Selasa, 17 Juli 2012

Sajak Qawwam


Saya bukan pujangga, yang kutahu adalah mengenali kata lalu menuliskannya. kalau ingin mengatakan ini tidak begitu menarik, tak apa. ini yang kubisa saat ini. Bait sederhana yang kutulis dalam jenak bayang tentangnya. Qawwam yang memberiku banyak bahagia, meskipun jika bahagia adalah pilihanku, Ia juga memilih untuk membahagiakanku. 

Untuknya : "Bernama Syurga"

Melihat syurga, belum kujamah dalam tatap
Namun menemukannya dalam adamu
Merekat hati dalam cinta tanpa harga, tulus mengulur…
Mengikat segalaku.

 Hijau,  syurga berwarna seperti itu
Katanya…
Dan kau merumput tanpa ilalang
Kemarau dan hujan memusim di hati
Tanah rasaku menghijau, mencinta.

Angin wangi itu milik syurga,
Kudengar seperti itu…
Layaknya tatap dan kata milikmu
Menitip angin pada desember
Basah dipinang hujan dan mekar bunga-bunga.

Merendah pohon-pohon rindang,
Begitulah syurga menyanyangi kekasihnya
Hanya hendak tanpa kata
Memahami lalu menerima
Berteduh di sisi sepi
Dedaun menggumam lagu untuk ratu.

Sayang menyapa sayang
Syurga lapang karena itu
Dan sebuah tempat
Tidaklah bernama syurga,
Jika tanpa adamu
Sebab syurgaku, adalah senyum yang memahat arti di bibirmu.
Padaku.

#puisi ini terpilih sebagai salah satu karya terpilih dalam kumpulan puisi "Berbagi Kasih". Spesial moment dihari ultah pernikahanku.   



1 komentar: