Minggu, 18 November 2018

Mendekap Derita

November 18, 2018 0 Comments
Sumber gambar: Pinterest

Siapa yang lebih bijak mengajari dewasa lebih dari derita?  

Hari ini air mata tumpah,  esok tatapan jadi lebih dalam. 

Hari ini hati disayat duka, esok perasaan akan jadi lebih peka.

Hari ini ditikam khianat dari belakang,  esok kita akan mengenali kesetiaan sejati. 

Hari ini terduduk hina,  dicampakkan,  terbuang, esok...  Berdiri,  melangkah,  dan berlari dengan izzah yang tegak.  

🍁🍁🍁

Dekap deritamu,  kelak di suatu senja yang indah,  engkau akan bersyukur atas semua krikil dijalanmu yang juga berkelok.  

Semua pedih-perih itu adalah tugas kehidupan untuk menguatkanmu. 

Seluruh duka-lara itu adalah titipan cinta Allah sebelum datangnya karunia besar. 

Segala luka-hina itu adalah madrasah untuk memuliakanmu dalam derajat yang tinggi.  

Peluk deritamu. 
Sebab manisnya kebahagiaan seringkali datang dari derita-derita pahit yang kau teguk saban waktu. 

🍁🍁🍁

Salam.  Ummu Fathi. 
Catatan untuk menguatkan diri sendiri. 

Air Mata Terakhir

November 18, 2018 0 Comments
Luka sudah banyak,  tapi waktu lebih bijak untuk melupa
Dibenamnya pahitpahit kenangan
Diterbitkannya binarbinar harapan

Hai, pedih...
Berteduh saja kau
Terik harihari buatku lupa menangisi
Mungkin sebelum tidur
Atau dalam mimpi saja mataku basah untukmu.

Setelah hari ini,
Dan lagi setelah esok
Langkah pulang ku mesti tegak
Seperih...
Sepilu...
Seduka...

Hari tetap ada untuk sekali lagi menerbitkan asa.

Usap air mata terakhirmu.

🍀🍀🍀🍀
Rafiah,
Makassar mendung 18 November 2018

Jumat, 02 November 2018

Smart Discipline

November 02, 2018 0 Comments
Buku yang kaya pengalaman. Membacanya seperti tengah tersesat dan tiba-tiba saja mendapat petunjuk arah jalan pulang....^_^
Setelah baca habis buku ‘Smart Discipline’ karya Larry J. Koenig, Ph.D, Alhmdulillah saya menemukan banyak tips, langkah dan inspirasi buat handle kedisiplinan anak-anak sekaligus membangun system-nya dengan alami. Sekali lagi, Alhamdlillah.
Kata kunci sebenarnya adalah Muhasabah. Bahasa Islami kita.
Hanya saja dalam buku metode luar biasa yang dikembangkannya itu sehingga mampu menjadi konsultan kedisiplinan keluarga terkenal di negaranya disebut ‘Smart Tabel’.
Setelah mencoba menerapkan selama kurang lebih 5 Bulan, saya menemukan beberapa kendala dalam menerapkan metode ini.
Mulailah otak saya mencari langkah lain.
Alhamdulillah, modifikasinya jadi lebih sederhana namun tetap efisien.
Jadi, kalau di buku ini hanya menyiasati moral, kelakuan, sikap, karakter, atau apapun namanya, saya mencoba memadukan konsep ‘Smart Tabel’ itu sekaligus ke pembangunan ruhiyah anak-anak. Alhmdulillah, ini tahun keempat anak-anak dengan kebiasaan muhasabah. Mereka menikmati peraturan, dan kami sebagai orang tua menikmati menjadi orang tua.
Tidak ada lagi tawaran yang lebih indah bagi orang tua, jika ada jalan untuk mengganti kebiasaan menghukum anak dengan pukulan, amarah makian, dan segala tindak kekerasan pada anak hanya dengan membuat coretan di selembar kertas
Iya! Ummahat sholihat atau bapak-bapak keren hanya cukup memberi silang, dengan pulpen sederhana di atas selebar kertas putih, dan anak anda sudah tahu bahwa ia melakukan kesalahan dan akan menyesalinya. Tak ada pukulan, tak ada makian.
Atau jika mereka melakukan kebaikan kecil, mereka bisa dengan bangga memberi centang di lembaran muhasabahnya. Tak ada iming-iming uang yang bisa menjadikan mereka kecanduan meminta uang.
Efek “samping”nya: Anak-anak akan tahu betapa berharganya berbuat baik itu, dan betapa merugikannya perbuatan buruk itu. Dan sejak dini, mereka telah kenal antara haq dan yang batil, sekali lagi,…. dengan alami. Berdasar pada fitrahnya
Ini hanyalah langkah sederhana, tapi menjalankannya dengan komitmen utuh, akan berdampak besar bagi ruhiyah dan kepribadian anak-anak kita.
_____________
Ini Muhasabah yaumiyan. Bisa disesuaikan dengan amalan yang paling dasar yang ingin dibangun dalam diri anak.

Setiap akhir bulan, orang tua wajib mengevaluasi lembaran ini. Jangan dicopot dan dibuang begitu saja, tunjukkan pada anak2 bahwa kita peduli dan amat sangat menghargai tiap centang pada amalan harian ini.

Berikan anak2 reward di akhir bulan jika pencapaian muhasabah mereka memuaskan. Beli es krim, ajak jalan2, berikan mereka hadiah2 sederhana yang menyenangkan.

Kelak, mereka akan memahami proses. Lebih dari itu mereka meyakini, setiap kebaikan akan dibalas kebaikan. Dunia dan akhirat.

untuk lembaran ini, cukup beri tanda silang (X) jika tidak mengerjakan sholat, tanda bulat (o) untuk sholat tidak tepat waktu, dan centang (V) untuk sholat di masjidatau tepat waktu.

setiap akhir bulan, hitung jumlah centangnya saja, dan silahkan berikan mereka reward sederhana sambil mencium kening mereka. 

kalau anak-anak saya, makan di warung mie pedas juga sdh cukup..

Nah ini Poin peraturan untuk "Selamatkan Bintang Kebaikan".

Karena ini sudah Fase 2 untuk Kk Fathi dan Rangga maka peraturan menjadi 11 Poin. awalnya di Fase 1 hanya 8 poin.

Buat peraturan dari kebiasaan buruk yang paling melekat dalam diri anak dan yang paling merisaukan.

bayangkan ya Ummahat... kalau hal-hal negatif dalam diri anak tersebut bisa kita tangani dengan pulpen dan kertas saja.... kita tidak perlu mengeluarkan kekuatan fisik kita untuk marah dan menghukum mereka. kita hanya perlu menunjukkan pada anak-anak ketegasan kita, bahwa kita orang tua, yang bertanggung jawab terhadap mereka.

ini lembaran "Selamatkan bintang Kebaikan". wah... sederhana skali yaaa...

Ups. Anak-anak punya fitrah kebaikan yang luar biasa dalam. Mereka akan mempertahankan nilai fitrah kebaikan itu kadang-kadang lebih kuat dan emosional dibanding orang dewasa.

saya pernah mencoret satu table dari Smart Discipline Rangga (sebelum saya modifikasi jadi tabel bintang ini) dan saya bisa lihat, bagaimana dia amat menyesal akan pelanggaran yang dibuatnya. Dia tidak mood main bersama temannya, tidak banyak bicara, dan tidak menyentuh makan malam!

Anak-anak mempertahankan fitrah kebaikannya dengan alami, saat kebanyakan orang dewasa berbuat baik karena pencitraan... hahah.

Ini model Tabel Smart Dicipline asli sesuai panduan buku Larry J. Koenig. Jadi, ada 8 kotak kesempatan untuk anak berbuat salah. 3 kotak pertama sifatnya hanya teguran (belum hukuman). nah, 5 kotak berikutnya adalah hal-hal yang paling disenangi oleh anak-anak. urutkan mulai dari yang tingkat kesenangannya paling rendah sampai paling tinggi.
kalau kk fathi, yang paling rendah adalah menonton tv. jadi kalau tanda silang sudah sampai di kotak yang bergambar itu, artinya anak-anak dihukum tidak boleh melakukan hal yang dia senangi.

gambar lapangan berpohon artinya : tdk boleh keluar rumah bermain dengan teman

gambar TAB, artinya tidak boleh bermain game TAB

gambar karikatur DOODLE artinya tdk boleh menggambar Doodle (waktu itu masanya KK fathi suka gambar2 karikatur)

Gambar Uang, artinya tidak mendapat uang jajan.


jadi silahkan sesuaikan untuk kesenangan anak masing-masing

Silahkan klik link di bawah ini untuk Download filenya. ^_^

Download Peraturan Selamatkan Bintang Kebaikan

Download Muhasabah yaumiyan, Muhasabah Shalat, dan Tabel Bintang Kebaikan

(untuk link Muhasabah yaumiyan dalam bentuk Exel ya, jadi ada tiga sheet termasuk Muhasabah shalat dan Tabel bintang)

Kamis, 18 Oktober 2018

Catatan Untuk Diri, 28 tahun.

Oktober 18, 2018 0 Comments


28 Tahun.

Wah, hidup sudah kian jauh dijejaki.
Apa kabar iman?
Apa kabar ilmu?
Apa kabar amal sholeh?

Bagaimanapun fana-nya hidup ini, yang abadi adalah waktu yang telah berlalu.

Ia pergi, membawa hari hari yang tidak akan pernah kembali. Abadi dalam catat kitab malaikat Raqib dan Atid.

Untuk diriku, sekali lagi, belajarlah... bertumbuhlah.

Belajarlah menjadi lebih bijak.

Bertumbuhlah dengan kebaikan kebaikan tulus.

Sudahi mengeluh, selesaikan duka dan keringkan air mata dengan lebih cepat. Hidup terlalu indah, terlalu singkat untuk habis dengan luka.

Untuk diriku,
Meskipun langkahmu pelan dalam mengejar impian, pastikan saja langkah itu bukan langkah mundur. Allah sungguh tidak menyia-nyiakan usaha hambaNya.

Jika satu pintu tertutup, ketuk pintu yang lain. Sebagaimana do'a, ia tahu di pintu mana ia menunggu takdirmu mengetuk dan ia akan mendekapmu dengan penuh.

Maafkan ... Maafkan.... Maafkan.

Iya, maafkan kesalahan orang lain. Dirimu pun tidak suci. Memaafkan akan melapangkan hidupmu.

Jangan menoleh pada dengki orang lain.

Jangan rapuh pada cibiran.

Dan jangan mengubur hidupmu karena fitnah.

Buktikan saja dengan karya. Bungkam saja dengan prestasi.

Karena lidah orang lain adalah miliknya, dan hidupmu adalah milikmu. Jangan menempatkan hidupmu di atas lidah orang lain.

Untuk diriku.
Penuhi hatimu dengan syukur dan sabar. Keduanya adalah sebaik baik kendaraan dalam hidup.

Pahami dengan baik kodrat penciptaanmu. Engkau perempuan, engkau istri, engkau ibu. Engkau jantung sebuah keluarga. Jika kau berhenti berdetak, maka satu lingkup peradaban akan kehilangan ruhnya.

Jangan melangkah terlalu jauh dari rumah karena di sana Allah tetapkan wilayah kepemimpinanmu.

Sebesar apapun pencapaianmu di luar rumah, ingatlah untuk pulang membangun peradaban.

Seduh kopi suamimu. Itu adalah syurga.

Ajarkan anak-anakmu mengenal Allah, mengeja KitabNya, meneladani RasulNya, Mengimani malaikat malaikatNya, memahami ketetapan takdir baik burukNya, dan menyakin datangnya hari akhir.

Untuk diriku.
Semoga di sisa hari, kebaikan adalah dirimu. Di segala tempat, di setiap waktu.

🌷🌷🌷🌷

Dalam nasehat untuk diri sendiri ini, ada rindu yang buncah pada Mama. Ada rasa syukur yang tiada tepi pada Bapak.

Ada cinta yang tidak pernah setengah pada suami. Karunia terbaik yang diberikan Allah kepadaku.

Juga anak anakku. Amal jariyah dari doa doa sang sholih.

Sabtu, 25 Agustus 2018

Memahami Rasa, dan Maafkan Saya.

Agustus 25, 2018 0 Comments
SG : Pinterest

Agak agaknya, saya terlalu sok pandai menerjemahkan romantisme Aisyah RA dan Rasulullah Saw.

Tulisan saya di beranda FB beberapa pekan lalu "Aisyah RA dan psikologi pengakuan" saya kira akan banyak menjadi sebab pembenaran untuk luka pasangan yang tidak dapat menjalani romantisme seperti itu. Saya telah menghapus postingan itu.

Mohon Maaf.

Tulisan saya kali ini adalah permintaan maaf atas dangkalnya pemahaman saya membaca sejarah, dan merefleksikannya dalam kehidupan kekinian.

Saya tidak tahu, atau mungkin saja hanya sekedar dibuai bahagia, sehingga saya menulis hal hal seperti itu. Nyatanya, kemudahan membagikan segala hal di medsos membuat kita lupa untuk menjaga diri, menjaga hati, menjaga perasaan.

Ini bukan hanya tentang diri kita, hati kita, perasaan kita, tapi ini juga tentang orang lain.

Bagaimanapun, ada orang yang mungkin ingin sebahagia pernikahan kita namun mereka tidak mampu. Karakter suami mereka bukan orang dengan romantisme yang nampak, suaminya mencintai dalam diam, tak ada foto mesra, tak ada perjalanan travelling yang menyenangkan, tak ada bahasa yang menggelora. Jangan jangan, kebahagiaan rumah tangga yang kita bagi di medsos membuat para istri dengan suami berkarakter seperti ini menjadi kufur pada suami mereka.

Astagfirullah. Astagfirullah... Wa atubu ilaih...

Sekali lagi, saya mohon maaf.

Setelah ini, semoga saya lebih bijak dalam menulis pandangan pandangan saya. Bukan hanya berdasar dari sudut pandang diri saya sendiri, tapi juga dampak besar yang akan mempengaruhi orang lain.

-----------------------
Rafiah Um.Fathi.
Ditulis dalam rasa salah nan malu.
Semoga Allah Swt membimbing saya dalam setiap rangkai kata yang dijejak tangan ini.


Selasa, 24 Juli 2018

Hal-hal yang tidak perlu dijelaskan.

Juli 24, 2018 0 Comments
SG : Pinterest


Beberapa orang dalam hidupmu akan mempertanyakan keputusan, pilihan, dan langkah yang kau ambil. Entah mereka mempertanyakan itu sebagai sahabat untuk dapat mendukungmu dengan penuh, atau sebagai musuh untuk mencari celah kekuranganmu, atau bahkan tidak sebagai  sahabat atau musuh, hanya sekedar ingin tahu saja utuk dijadikan pelezat sambil menikmati menu-menu makanan arisan, atau bahan obrolan suatu sore sambil mencari kutu anak-anak bersama tetangga.  

Saya tiba di sini.

Ketika saya tidak harus menjelaskan apapun kepada siapapun.

Betapun saya menjelaskannya, nasehat bijak Ali bin Abi Thalib terngiang ; “orang yang mencintaimu tidak membutuhkannya, dan orang yang membencimu tidak akan mempercayainya”.

Maka saya harus merasa adil saja pada apa yang dipikirkan orang lain terhadap keputusan dan pilihan yang saya ambil. Toh, sebagaimana mereka menilai dengan sudut pandang dan pengalaman mereka terhadap sesuatu, saya pun demikian.

Bisakah kita, terhadap keputusan yang diambil orang lain untuk tidak menjadi hakim atasnya?

Kita tidak tahu kedamaian dalam pilihan yang diputuskan seseorang terhadap dirinya, yang kemudian dengan lidah kita yang tak bertulang, dengan mudahnya membuat orang lain merasa telah melakukan dosa besar terhadap apa yang diputuskannya.

Orang-orang memilih dalam hidupnya berdasarkan apa yang mereka pahami dari diri mereka, bukan dari apa yang orang paksakan untuk diterima.

Saya menulis ini setelah tatapan mata penuh penghakiman terhadap keputusan yang saya ambil. Tapi dalam rasa tertuduh yang diselipkan tatapan itu, saya bejanji, suatu hari saya akan bersyukur telah memilih untuk melangkah pergi.
_____________

Larut malam, lepas penat. Bunuh baper. Melanjutkan hidup.