Selasa, 02 April 2019

Wanita dan Pekerjaan Yang Nyaman.

April 02, 2019 0 Comments
Ada satu percakapan dengan seorang adik junior suatu kali..

"Kak ophy, pilih mana, kerja di tempat yang gajinya tinggi, atau di tempat yang nyaman di hati tapi gaji biasa saja..."

"Yang nyaman doong." jawab saya mantap

"why? Coz money is not important?"

"yaelah, bukaannn... Uang juga penting tau, tapi rasa nyaman jauhh lebih penting, karena kita seorang perempuan, apalagi seorang Ibu, tempat kerja yang nyaman tidak akan se-melelahkan dari tempat kerja yang dipenuhi ambisi, sikut-menyikut, saling jilat demi pangkat, meskipun gajinya bisa buat kamu keliling bumi."

"Memangnya kenapa kalau seorang Ibu bekerja di tempat yang gajinya tinggi?"

"Ini bukan persoalan gaji tinggi ya dekk, ini soalan rasa nyaman. Jadi begini, wilayah kepemimpanan wanita yang paling utama adalah keluarganya, rumahnya, anak-anaknya.  Lalu kemudian dia bekerja, separuh harinya habis di tempat kerja, kalau tempat kerjanya tidak nyaman, tdk ada rasa kekeluargaan, sikut sana sikut sini, individualis, pekerjaan yang tadinya ringan akan berubah beban berat karena atmosfir tidak nyaman yang ada. Lalu beban kerja itu terbawa ke rumah, coba deehh... Disenggol dikit sama suami atau anak bakalan pecah perang dunia..., trus kalau keluarga berantakan, gaji tinggi apa gunanya?"

Tempat kerja yang nyaman besar skali pengaruhnya bagi rasa bahagia seorang Ibu yang bekerja di luar. Ibu yang bahagia akan menularkan bahagia ke keluarganya bahkan di saat lelah sepulang kerja sekalipun. Sesederhana itu.

Tapi itu kalau kita masih punya opsi atau pilihan, gimana kalau tidak ada pilihan selain tempat kerja itu?

Ya, buat itu nyaman dan menyenangkan.

Seringkali, rasa tidak nyaman itu bukan karena atmosfer tempat kerja, tapi karena kemampuan adaptasi kita yang rendah terhadap lingkungan kerja. Ketidakmampuan kita cair pada karakter yang berbeda-beda di tempat kerja. Mudah baperan, dikit-dikit tersinggung, merasa semua kalimat tertuju untuk menjatuhkannya...

Intinya, bekerjalah di tempat yang nyaman, atau buat dirimu nyaman. Soalan gaji, syukuri seberapapun...

Oh ya, ada satu nasehat bijak tentang gaji, tapi saya lupa baca di mana :

"Jika kamu bekerja dengan kualitas kerja yang di gaji 5 juta misalnya, tapi kamu hanya menerima gaji 2 juta, maka Allah Swt akan cukupkan sisanya dengan rezeki yang lain, tapi jika kamu menerima gaji 5 juta dan kualitas kerjamu hanya patut mendapat gaji 2 juta, maka lihat saja... Gajimu akan habis pada hal-hal semacam ditimpa penyakit atau musibah lainnya."

Lagi pula, besarnya gaji tidak selalu membuktikan kapasitas seseorang, kualitas kerjanyalah yang membuat seseorang punya nilai di mata orang lain.

Jadi, mulai sekarang bekerja dengan kualitas ya, buat diri nyaman, niatkan kerja karena ibadah.

🌷🌷🌷🌷


Tulisan ini dibuat untuk jadi pengingat diri, semoga setiap lelah berakhir berkah.

Selasa, 26 Maret 2019

Potensi Kita Berbeda, nak.

Maret 26, 2019 0 Comments
Salah seorang teman kakak Fathi menjadi juara dalam sebuah Olimpiade.
Sepulang sekolah, ia menceritakannya dengan semangat.

Matanya berbinar, mewakiki banyak rasa kagum yang tak dapat dibahasakannya. Saat itu, kami berdua sedang di dapur, sambil menggoreng ikan saya menyimak dia bercerita.

"Ummi, saya bisa juga begitu?" Tanyanya, mencurigai diri tidak mampu sekaligus berharap untuk mampu.

"InsyaAllah, Kita bisa lebih dari itu nak..., 
Tapi sini dulu.. Kita bicara hal penting.... "
Saya berhenti menggoreng ikan. Lalu kami duduk berhadapan, ini adalah posisi di mana Kakak Fathi tahu akan ada pembahasan penting yang harus ia cerna dan pahami dengan baik.

"Begini nak, Allah Swt memberi tiap
manusia potensi dalam dirinya, tahu potensi? Semacam bakat, kemampuan, kecenderungan. Misalnya Kakak Fathi punya potensi main bola, Adek Rangga punya potensi berdagang, dan Adek Ayyash.... Mmmm... Potensi adek ayyash apa ya?" 

"Minta uang jajan" jawabnya spontan sambil tertawa.

"Bukan, Minta uang itu bukan potensi, itu kebiasaan..." jawab saya ikut tertawa. 

"Nah, Karena potensi tiap orang berbeda, maka mereka akan sukses dengan cara berbeda sesuai dengan potensinya. Kakak Tidak perlu mengejar kesuksesan seperti yang dicapai orang lain, karena itu akan sangat melelahkan. Kakak cukup bekerja keras terhadap potensi yg kakak miliki, dan mengerjakan semua itu dengan senang hati. Bukan karena ingin seperti orang lain, tapi karena Kakak bahagia dengan potensi yg telah Allah karuniakan dalam diri kakak"

Kakak Fathi Menyimak.

"Hari ini, teman Kakak Fathi sukses di Olimpiade, mungkin besok Kakak Fathi Sukses Menjadi pemain bola"

"Jadi, jika orang lain sukses, berhasil, kita bersyukur untuk mereka dan ikut senang. Tapi tidak boleh menjadikan diri rendah. Kakak Fathi mungkin tidak bisa ikut Olimpiade, Tapi Kakak  punya potensi lain yang bisa membuat kakak sukses juga."

Fathi mengangguk. Saya mulai masuk pada pembicaraan prinsip.
"Nah, nak.... Pada dasarnya, semua orang punya potensi. Tapi sebaik-baik potensi adalah yang memberi manfaat bagi orang lain. Bukan untuk sekedar dibanggakan saja."

"Contohnya?"

Contohnya, Suatu hari Kakak fathi sukses jadi pemain bola, apa manfaat yg kakak fathi berikan pada orang lain dengan kesuksesan itu?

"Mmm... Bersedekah ummi, pemain bola dapat gaji toh? Bisa dipakai bersedekah..."
"MasyaAllah, Tabarakallah."

Jadi seperti itu ya nak. Kita boleh kagum pada kesuksesan orang lain, tapi ingat.... Diri kita juga dapat sukses dengan potensi yg Allah berikan. Tidak semua kesuksesan yang orang lain capai bisa kita capai. Jalan kita berbeda, kecenderungan kita berbeda, keinginan kita berbeda, jadi cukup kenali apa yg kakak suka, potensi kakak apa, dan mulailah berusaha dengan itu.

Intinya, potensi apapun yang kita miliki, tujuannya adalah bermanfaat untuk orang lain. Banyak orang punya potensi, sukses, namun mati tinggal nama. Karena Ia tidak mewariskan kebaikan dari potensi yang dimilikinya.

Fathi mengangguk.
Wallahu A'lam Bishshawab.
Salam Rindu Untuk Abi. Doakan saya jadi Ibu yang baik untuk generasi kita.珞
Rafiah Um Fathi


Seribu Tawa di Polman

Maret 26, 2019 0 Comments
Karena wanita butuh waktu bersama teman-temannya, ... Hamdalah, liburan RJ ini pun terwujud.
Polman, durian, langsat, pinrang, palekko, sungai, laut, dan tawa.

Menunggu mobil jemputan.. Muka bengkak semua, masih subuhhh sdh siap mau berangkat..

Bismillah, perjalanan dimulai..

Berteduh makan bekal siang di Pare-pare. 


berfoto sekaliannn..




seriusss panen durian ^_^

yeahhh... kapurung di puncak bukit



















silaturrahim ke Kak Tima sayangg



Alhmdulillah untuk moment tak terlupakan ini. 

Minggu, 18 November 2018

Mendekap Derita

November 18, 2018 0 Comments
Sumber gambar: Pinterest

Siapa yang lebih bijak mengajari dewasa lebih dari derita?  

Hari ini air mata tumpah,  esok tatapan jadi lebih dalam. 

Hari ini hati disayat duka, esok perasaan akan jadi lebih peka.

Hari ini ditikam khianat dari belakang,  esok kita akan mengenali kesetiaan sejati. 

Hari ini terduduk hina,  dicampakkan,  terbuang, esok...  Berdiri,  melangkah,  dan berlari dengan izzah yang tegak.  

🍁🍁🍁

Dekap deritamu,  kelak di suatu senja yang indah,  engkau akan bersyukur atas semua krikil dijalanmu yang juga berkelok.  

Semua pedih-perih itu adalah tugas kehidupan untuk menguatkanmu. 

Seluruh duka-lara itu adalah titipan cinta Allah sebelum datangnya karunia besar. 

Segala luka-hina itu adalah madrasah untuk memuliakanmu dalam derajat yang tinggi.  

Peluk deritamu. 
Sebab manisnya kebahagiaan seringkali datang dari derita-derita pahit yang kau teguk saban waktu. 

🍁🍁🍁

Salam.  Ummu Fathi. 
Catatan untuk menguatkan diri sendiri. 

Air Mata Terakhir

November 18, 2018 0 Comments
Luka sudah banyak,  tapi waktu lebih bijak untuk melupa
Dibenamnya pahitpahit kenangan
Diterbitkannya binarbinar harapan

Hai, pedih...
Berteduh saja kau
Terik harihari buatku lupa menangisi
Mungkin sebelum tidur
Atau dalam mimpi saja mataku basah untukmu.

Setelah hari ini,
Dan lagi setelah esok
Langkah pulang ku mesti tegak
Seperih...
Sepilu...
Seduka...

Hari tetap ada untuk sekali lagi menerbitkan asa.

Usap air mata terakhirmu.

🍀🍀🍀🍀
Rafiah,
Makassar mendung 18 November 2018

Jumat, 02 November 2018

Smart Discipline

November 02, 2018 0 Comments
Buku yang kaya pengalaman. Membacanya seperti tengah tersesat dan tiba-tiba saja mendapat petunjuk arah jalan pulang....^_^
Setelah baca habis buku ‘Smart Discipline’ karya Larry J. Koenig, Ph.D, Alhmdulillah saya menemukan banyak tips, langkah dan inspirasi buat handle kedisiplinan anak-anak sekaligus membangun system-nya dengan alami. Sekali lagi, Alhamdlillah.
Kata kunci sebenarnya adalah Muhasabah. Bahasa Islami kita.
Hanya saja dalam buku metode luar biasa yang dikembangkannya itu sehingga mampu menjadi konsultan kedisiplinan keluarga terkenal di negaranya disebut ‘Smart Tabel’.
Setelah mencoba menerapkan selama kurang lebih 5 Bulan, saya menemukan beberapa kendala dalam menerapkan metode ini.
Mulailah otak saya mencari langkah lain.
Alhamdulillah, modifikasinya jadi lebih sederhana namun tetap efisien.
Jadi, kalau di buku ini hanya menyiasati moral, kelakuan, sikap, karakter, atau apapun namanya, saya mencoba memadukan konsep ‘Smart Tabel’ itu sekaligus ke pembangunan ruhiyah anak-anak. Alhmdulillah, ini tahun keempat anak-anak dengan kebiasaan muhasabah. Mereka menikmati peraturan, dan kami sebagai orang tua menikmati menjadi orang tua.
Tidak ada lagi tawaran yang lebih indah bagi orang tua, jika ada jalan untuk mengganti kebiasaan menghukum anak dengan pukulan, amarah makian, dan segala tindak kekerasan pada anak hanya dengan membuat coretan di selembar kertas
Iya! Ummahat sholihat atau bapak-bapak keren hanya cukup memberi silang, dengan pulpen sederhana di atas selebar kertas putih, dan anak anda sudah tahu bahwa ia melakukan kesalahan dan akan menyesalinya. Tak ada pukulan, tak ada makian.
Atau jika mereka melakukan kebaikan kecil, mereka bisa dengan bangga memberi centang di lembaran muhasabahnya. Tak ada iming-iming uang yang bisa menjadikan mereka kecanduan meminta uang.
Efek “samping”nya: Anak-anak akan tahu betapa berharganya berbuat baik itu, dan betapa merugikannya perbuatan buruk itu. Dan sejak dini, mereka telah kenal antara haq dan yang batil, sekali lagi,…. dengan alami. Berdasar pada fitrahnya
Ini hanyalah langkah sederhana, tapi menjalankannya dengan komitmen utuh, akan berdampak besar bagi ruhiyah dan kepribadian anak-anak kita.
_____________
Ini Muhasabah yaumiyan. Bisa disesuaikan dengan amalan yang paling dasar yang ingin dibangun dalam diri anak.

Setiap akhir bulan, orang tua wajib mengevaluasi lembaran ini. Jangan dicopot dan dibuang begitu saja, tunjukkan pada anak2 bahwa kita peduli dan amat sangat menghargai tiap centang pada amalan harian ini.

Berikan anak2 reward di akhir bulan jika pencapaian muhasabah mereka memuaskan. Beli es krim, ajak jalan2, berikan mereka hadiah2 sederhana yang menyenangkan.

Kelak, mereka akan memahami proses. Lebih dari itu mereka meyakini, setiap kebaikan akan dibalas kebaikan. Dunia dan akhirat.

untuk lembaran ini, cukup beri tanda silang (X) jika tidak mengerjakan sholat, tanda bulat (o) untuk sholat tidak tepat waktu, dan centang (V) untuk sholat di masjidatau tepat waktu.

setiap akhir bulan, hitung jumlah centangnya saja, dan silahkan berikan mereka reward sederhana sambil mencium kening mereka. 

kalau anak-anak saya, makan di warung mie pedas juga sdh cukup..

Nah ini Poin peraturan untuk "Selamatkan Bintang Kebaikan".

Karena ini sudah Fase 2 untuk Kk Fathi dan Rangga maka peraturan menjadi 11 Poin. awalnya di Fase 1 hanya 8 poin.

Buat peraturan dari kebiasaan buruk yang paling melekat dalam diri anak dan yang paling merisaukan.

bayangkan ya Ummahat... kalau hal-hal negatif dalam diri anak tersebut bisa kita tangani dengan pulpen dan kertas saja.... kita tidak perlu mengeluarkan kekuatan fisik kita untuk marah dan menghukum mereka. kita hanya perlu menunjukkan pada anak-anak ketegasan kita, bahwa kita orang tua, yang bertanggung jawab terhadap mereka.

ini lembaran "Selamatkan bintang Kebaikan". wah... sederhana skali yaaa...

Ups. Anak-anak punya fitrah kebaikan yang luar biasa dalam. Mereka akan mempertahankan nilai fitrah kebaikan itu kadang-kadang lebih kuat dan emosional dibanding orang dewasa.

saya pernah mencoret satu table dari Smart Discipline Rangga (sebelum saya modifikasi jadi tabel bintang ini) dan saya bisa lihat, bagaimana dia amat menyesal akan pelanggaran yang dibuatnya. Dia tidak mood main bersama temannya, tidak banyak bicara, dan tidak menyentuh makan malam!

Anak-anak mempertahankan fitrah kebaikannya dengan alami, saat kebanyakan orang dewasa berbuat baik karena pencitraan... hahah.

Ini model Tabel Smart Dicipline asli sesuai panduan buku Larry J. Koenig. Jadi, ada 8 kotak kesempatan untuk anak berbuat salah. 3 kotak pertama sifatnya hanya teguran (belum hukuman). nah, 5 kotak berikutnya adalah hal-hal yang paling disenangi oleh anak-anak. urutkan mulai dari yang tingkat kesenangannya paling rendah sampai paling tinggi.
kalau kk fathi, yang paling rendah adalah menonton tv. jadi kalau tanda silang sudah sampai di kotak yang bergambar itu, artinya anak-anak dihukum tidak boleh melakukan hal yang dia senangi.

gambar lapangan berpohon artinya : tdk boleh keluar rumah bermain dengan teman

gambar TAB, artinya tidak boleh bermain game TAB

gambar karikatur DOODLE artinya tdk boleh menggambar Doodle (waktu itu masanya KK fathi suka gambar2 karikatur)

Gambar Uang, artinya tidak mendapat uang jajan.


jadi silahkan sesuaikan untuk kesenangan anak masing-masing

Silahkan klik link di bawah ini untuk Download filenya. ^_^

Download Peraturan Selamatkan Bintang Kebaikan

Download Muhasabah yaumiyan, Muhasabah Shalat, dan Tabel Bintang Kebaikan

(untuk link Muhasabah yaumiyan dalam bentuk Exel ya, jadi ada tiga sheet termasuk Muhasabah shalat dan Tabel bintang)