Jumat, 10 Januari 2020

MENJADI TENANG

Januari 10, 2020 0 Comments
Sumber; Pinterest


Pernahkan kita berfikir, mengapa Tuhan meletakkan ketenangan pada sesuatu yang tidak bisa kita ukur jumlahnya; harta yang banyak, kedudukan yang tinggi, keturunan yang banyak, kecerdasan, dan lainnya.

Tuhan justru meletakkan ketenangan di antara dua rasa; pasrah dan cukup. Sabar dan Syukur.
Karena pada hal yang terukur jumlahnya, kita menjadi rakus memiliki.  Kita menjadi lapar melahap. Kita menjadi dahaga siang malam.

Sedang pada kepasrahan, kita mengakui diri sebagai hamba, yang memiliki Pengatur, yang siap diatur Tuhannya.

Pun pada rasa cukup, kita melipur lara dari begitu banyak kilatan kilatan duniawi yang melenakan. Kita mampu melapang dada, menutup mata dari milik orang lain yang penuh binar untuk kemudian memandangi syahdu pemberian Tuhan kepada kita.

Tidak ada yang lebih mengenali diri kita selain penciptanya.

Menjadi tenang adalah pilihan kita untuk berayun di antara dua rasa itu, atau tersesat di labirin mengejar fatamorgana yang pada akhirnya adalah fana.  

__________
larut malam, 11 Januari 2020

Kamis, 09 Januari 2020

Mengenang Masa Sulit

Januari 09, 2020 0 Comments
SG; Pinterest


Saya butuh menuliskan ini. benar-benar butuh.

Mungkin suatu hari, ketika saya membaca tulisan ini, hidup sudah banyak berubah, jauh lebih baik InsyaAllah.

Tapi ini benarbenar masa krisis persimpangan dalam hidup saya. Begitu banyak hal yang tarik menarik, begitu banyak impian yang bukannya makin cerah, malah meredup. Begitu banyak tujuan kian jauh digapai, justru proses semakin didaki, semakin melelahkan.
Saya tidak layak mengeluh, masih banyak orang yang jauh lebih susah hidupnya dibanding saya. satu-satunya yang paling saya syukuri, seberat apapun keadaan sekarang, saya tidak memiliki hutang yang membuat tidur tidak nyenyak dan nafsu makan raib. Alhamdulillah, Alhamdulillah.

lagi pula, setiap orang punya jatah masa-masa sulit dalam hidupnya, iya kan?
Saya butuh menuliskan ini, agar kelak ketika kehidupan semakin membaik, saya bisa mengingat keadaan sekarang meski hanya lewat tulisan tersirat yang tidak seutuhnya ini.  
InsyaAllah, tulisan ini akan membuat saya lebih bersyukur dan semakin kuat, bahwa saya pernah ada di posisi tak menyenangkan seperti ini dan saya akhirnya bisa bangkit dan menjadi lebih baik.

Saya ingin mengenang masa-masa sulit ini, sama seperti saya mengenang masa-masa bahagia dalam hidup saya.
kedua masa-masa itu, adalah warna.
Adalah tarbiyah kehidupan untuk saya.