Senin, 01 Oktober 2012

Cermin

# Sebenar cinta, itu adalah cermin seorang ibu. Debu dan retak tak menjamah di sana, meski jika engkau seniman yang menjadikannya kanvas berpeluh warna, ia tetaplah kaca bening yang akan membias dirimu utuh tanpa kerat palsu dan dusta.

# Lalu sabda yang menyebutkannya kedua namun tak meninggalkan bakti pada haknya, adalah cermin bapak. Desis menyesap segelas teh di suatu senja, ah… tidakkah kau tahu? Ia sedang menggumam doa pada waktu yang mungkin akan merampas dirinya darimu… anak-anaknya yang pelupa berat betapa Ia masih  ingin mencintaimu sebagai kanak-kanak yang berjalan menggemgam ujung jari telunjuknya. Dulu… dulu sekali.

# Ada saudara yang tidak butuh rahim dan darah yang sama. Cermin itu milik seorang sahabat. Maka sejauh jarak membawamu, pun secepat putaran waktu yang enggan menoleh padamu, Ia tak pernah berjarak lebih dari 5 cm darimu. Lihatlah ia sejenak, mungkin engkau lupa bagaimana menghargainya….

# Lalu cermin ini, adalah penggenap separuh agama. Sebut ia apapun sekehendakmu, tapi ia tak hanya cermin. Ia pintu. Syurga dan neraka.





0 komentar:

Posting Komentar

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Advertisement

ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sahabat Ruang Ini

Labels

BTemplates.com

Blogroll

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template

Follow Me On Instagram

About

Copyright © Ruang Tengah | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com