Senin, 22 Juli 2013

Ramadhan, Yang Kita Jejak Bersama.

Ada yang ganjil pada Ramadhanku kali ini, tersebab sekat ruang dan waktu, pun keadaan. Tapi benarlah, hanya ketika kehilangan kita tahu apa itu ada. Kebersamaan.

  
Seperti telah menjadi sebuah tradisi untuk menghabiskan Ramadhan dengan ngumpul tuk berbuka bersama, meski itu hanya sesekali waktu, atau duduk bersama sambil tilawah untuk kemudian saling mengukur diri dalam fastabiqul khairat…. Duduk berjejar mendengar kajian ba’da subuh, lalu yang paling sederhana, pulang dan jalan bersama.

Ramadhan kemarin, meski tak seramai masa santri, tapi cukuplah untuk menjadi kenangan yang hangat. Siapa yang akan mengira jika di antara kita telah mendapat karunia merasai Ramadhan di tanah para Nabi, ( selamat Mace :) ), Marwah yang beberapa bulan sebelum Ramadhan menyempurnakan separuh agamanya, Amma yang kemudian hamil dengan anugerah bayi kembar yang dikandungnya, pun teman-teman lain yang mendapat apa yang mereka dapatkan tahun ini, hingga Ramadhan menjadi sunyi dengan waktu yang tak lagi menjadi milik teman.

Biarlah, kawan…

Kalian tahu aku. Selalu melankolis merindui hal-hal yang mungkin tak penting bagi kalian. Beginilah aku, sekali waktu disandra kenangan dan menjadi galau. Heheh…

Ramadhanku tahun ini berlalu di rumah saja sambil terus merindu suasana lalu. Tak seistimewa saat kita duduk melingkar menunggu buka puasa sambil membaca ma’tsurat dan tilawah, berebut sepiring kamblas sambil tertawa-tawa, dan saling melempar senyum saat duduk mendengar ceramah subuh lalu di antara kita ada yang tertidur duduk.

Yah,… selepas menulis ini, aku rasa akan sedikit baikan. Kalian tahu, merindukan kalian seperti bermain di bawah guyuran hujan yang deras. Dingin tapi menyenangkan….


Ramadhan ini, seperti sebelum-sebelumnya, selalu tersisa kekakugaman pada teman kita Lula, yang selalu istiqamah dengan target Ramadhannya, :)   


Meski tak bersama, kuharap dalam doa-doa kita tak pelit menyelip nama-nama saudara kita, agar meski tak di dunia, kelak di akhirat, doa-doa itu mengumpulkan kita dalam SyurgaNya. (kembali menikmati kamblas yang jauuuuuuuuhhh lebih yummy…. Ahahah … )

 

Ah, ya, sebelum beranjak dari tulisan ini, teriring salam special untuk sahabat kita, iyla…. Yang selepas Ramdhan juga _insyaAllah_ kan segera menggenapkan separuh agamanya, semoga yang terbaik untuk kita semua.





#sun kangen, ophy….
 
Maros, 23 juli 2013
Pukul 02.15, sejenak sebelum shalat lail...






Tidak ada komentar:

Posting Komentar