Selasa, 08 September 2015

Antara Hokage dan Pesawat Tempur.

Impian tak terbatas itu

Anak-anak kita mulai banyak bertanya, hal biasa yang sepele juga hal rumit yang kadang hanya bisa dijawab dengan senyum. 

Beberapa hari yang lalu, kakak fathi bertanya sesuatu, tentang "apa itu mimpi tak terbatas?"

Sebenarnya, saya tidak tahu bagaimana menjawabnya. "Mimpi tak terbatas" adalah hal yang kupunya tapi belum juga menjadi nyata. Iya, masih begitu banyak mimpi, tapi juga begitu banyak batas yang belum terurai. Mungkin belum banyak ikhtiar dan amal yang bisa mengangkat doa-doa tentang mimpi itu, mungkin...

Tapi, pertanyaan kakak fathi, adalah satu titik menakjubkan dari usianya. Ketika saya hanya menjawab dengan senyum, ia kemudian menimpali... 

"Ummi, itu mimpi tak terbatas seperti Naruto yang mau jadi Hokage?"

Mmm, Naruto yang mau jadi Hokage. Itu contoh sederhana yang paling mengena baginya. Saya sadar, saya terlambat mengenalkan mimpi tak terbatas dari Shalahuddin Al Ayyubi yang merebut kembali al Quds dari tangan Salibis,tentang Muhammad al Fatih sang penakluk Konstantinopel,tentang mimpi sang mujahid syeÄ·h Ahmad Yasin yang benar tak terbatas cacat fisik dirinya, tentang sesipapun dalam sejarah cahaya islam telah mengukir mimpi mereka menjadi tak terbatas. Saya benar benar merasa terlambat untuk itu. 

"Ummi,..."

"Iye...."

"Mimpi tak terbatasku saya mau buat pesawat tempur.."

Hm, nak... semoga kau bisa mewujudkan apapun mimpimu. Sudah lama doa-doaku dirajai namamu,hingga  lupa berdoa untuk diriku sendiri. 

"Ummi, apa kita mimpi tak terbatas ta'?"

Ah... Sekali lagi, saya hanya bisa tersenyum. 
Kiranya, impian tak terbatasku adalah segala impian besarmu nak... 

 Hiduplah dengan baik. :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar