Rabu, 06 April 2016

Günaydın! 3 Tahun Ayyash.

Selamat pagi...

Hari ini tanggal dan bulan yang sama 3 tahun yang lalu saat Ayyash hadir dalam hidup kami. Karena dia anak yg ketiga, dan proses kehamilan yang agak parah di semester awal, serta ramalan ibu-ibu tua yang sudah punya banyak anak, saya memutuskan untuk tidak USG, dan meyakini bayi dalam perut adalah bayi perempuan yang kami nanti. Akhirnya saya memilih nama Ayyesha untuknya,itu sama dengan "Aisyah" tapi dalam cara panggilan dialek palestina. Akhirnya hari itu tiba, hari kelahirannya. Dan bayi yang hadir adalah lelaki, saya kemudian banting stir menamakannya "Ayyash". Jadilah, nama Ayyash adalah nama seorang mujahid palestina, sekaligus impian tentang bayi perempuan yang belum jadi kenyataan. 😁😁😁

Hari ini umurnya 3 tahun. Saya menyadari banyak perbedaan dari ketiga anak lelaki kami, kakak fathi adalah tipikal sederhana, sangat sederhana malah,ia tidak terlalu peduli tentang pakaian yang layak, baginya yg penting bisa di pakai dan ukurannya cocok... masalah sobek di beberapa bagian bukan perkara baginya, meskipun begitu, dia sudah memperlihatkan bakat bisnisnya. InsyaAllah besar nanti, meskipun dia telah jadi pengusaha besar, ia akan tetap hidup sederhana, karena sederhana telah jadi bagian dirinya. Beda Rangga, dia melankolis sejati. Di antara 3 anak lelaki kami, dia yang paling banyak menangis dengan suara sendu di sudut sudut rumah. Kadang2 dia menangis kencang jika luka di hatinya terlalu pedih... heheh. Jika kk fathi hanya menangis bila berkelahi dengan teman, Rangga bisa menangis karena semua hal sepele dalam hidupnya, seperti disuruh makan dari piring yang sama dengan Ayyash, katanya, dia tidak suka bekas. Bekas apapun, bekas gelas, bekas sendok, bekas piring, bekas makanan, bahkan untuk memakai bekas pakaian kakak fathi yang sudah kekecilan, dia harus berpikir lama di sudut kamar dekat lemarinya.  Rangga paling suka hari libur sekolah, atau dia meliburkan dirinya sendiri. Mandi pagi adalah hak preogratifnya, tidak boleh diganggu. Itu terserah padanya, mau atau tidak. Itulah mengapa, pagi hari di rumah adalah perang dunia antara Abi, Ummi, dan Rangga seorang diri. Kadang kadang kami menang, dan dia mandi, dan terkadang dia menang, dan kami pasrah. Kecuali pada setiap malam ketika usai shalat isya, saya berdoa khusus agar besok pagi Rangga bangun sebagai anak yang patuh, Alhamdulillah, besoknya dia benar-benar patuh. Semoga Allah selalu menolong kami dalam mendidik ketiga anak lelaki ini.

Nah, Ayyash!

Ini adalah keajaiban lain dalam hidup kami. Dia anak yang supel, mudah bergaul, pandai bercerita, narsis,bersuara nyaring,cerewet,  dan mandiri. Dimanapun  dia pergi,dia mudah mendapat teman. Di warung makan, di kapal saat pulang kampung, di tempat liqo, di masjid, di rumah teman, dimanapun... kecuali beberapa anak yang suka mengganggunya, dia tidak terlalu suka. Dia paling bisa menceritakan hal apa saja yang dialaminya di luar rumah saat bermain, dia juga berperan aktif sebagai wasit dan pelapor jika kakaknya bermain hal -hal yang tidak diperbolehkan, seperti turun di selokan, main korek api, pergi jauh-jauh, atau berkelahi dengan teman. Itulah sebabnya, kedua kakaknya selalu tidak begitu suka jika dia ikut bermain, karena mereka merasa diawasi. Dan itu mengurangi kebebasan bermain di masa kecil kakak-kakaknya. 😁

Ayyash selalu membuat kami tertawa karena spontanitas ucapannya terhadap sesuatu, pertanyaan-pertanyaannya seringkali menggelikan, dan sikap mandirinya yang berlebihan. Dia selalu ingin makan sendiri tanpa disuap, mencuci sendal kotornya sendiri, bangun tengah malam ke kamar mandi untuk pipis tanpa membangunkan orangtuanya, dan hal hal lainnya. Usianya baru 3 tahun, dan dia telah memberi kami letupan warna warni yang indah, seperti langit di malam tahun baru pukul 12.00.

Hari ini, tidak akan ada balon, kue ultah, ataupun nyanyian ulang tahun, itu tidak akan menjadi bagian dalam alur pergantian usia anak-anak kami. Do'alah, tempat kami menyambung kata dan harapan pada Rabb, semoga ketiga anak ini menjadi generasi islam yang utuh, pun kami, semoga kami menjadi orangtua yang diliputi petunjuk dalam mendidik mereka.

Ayyash dalam tangkapan kamera 😁😁😁

Hari pertama melihat dunia

4 bulan

6 bulan

Ikut ummi KKN Profesi

Digendong Abi sebelum berangkat kerja

Di antara 2 gadis 😁

Berangkat ke wisuda ummi

Ikut LT3B masa masa pemilu

Yang ini ga' jelas..

Bermain di bawah senja

Ciuman maut 😀😀
Sibuk sibuk sibuk


Pulang kampung dan bertualang 😊



Entah kapan mereka menemukan tulisan ini, semoga mereka tahu, kami sangat menyayangi mereka semua.

Sayang kami,  Abi Ummi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar