Minggu, 04 Juni 2017

Luka Pada Sore



Biar kusederhanakan sebab-sebab airmata luruh
Yang tersapu angin sore yang sepi
Mungkin hanya aku yang tahu, pada siapa luka membuat janji
Ah, bukan.
Kau juga tahu, meski kau tidak sepeduli aku
Tentang  siapa yang suci jadi saksi dari perih
Air matakah….
Lukakah…

Jika sore datang, mampirlah di teras rumah yang bunganya mulai patah pada pucuk
Tanyakan saja berapa banyak kisah yang ia minum dari bulir mata yang menetes di pucuknya
Turun membasah di tanah keringnya

Jika sore datang…
Carilah air mata pada angin.
Pada dirimu yang tidak selalu bening.

0 komentar:

Posting Komentar

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Advertisement

ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sahabat Ruang Ini

Labels

BTemplates.com

Blogroll

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template

Follow Me On Instagram

About

Copyright © Ruang Tengah | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com