Minggu, 15 Maret 2020

Perempuan Di Sisian Pintu


SG; Pinterest


Melangkahlah... hadapi dunia dengan bekal, pedang dan sayap yang kusisipkan. Hanya dengan itu Qawwamah-mu menjadi utuh.

Berangkatlah… dengan rindu untuk pulang. Ketika jalan tetiba berubah labirin menyesatkan, kenanglah suatu senja ketika kita menyeruput teh dan kopi hangat, tertawa oleh recehan canda yang biasa saja, dan hati kita paham apa itu bersetia.

Pergilah sayang… biarkan rumah menjadi istanaku. Dalam ruangnya yang teduh akan kukisahkan pada anak-anak kita tentangmu, yang bertaruh hidup di bawah terik, menggigil diguyur hujan, digigit sepi, disesaki rindu.

Sebab engkau adalah lelaki yang diamanahi  kekuatan memikul kehidupan orang yang engkau cintai,
dan aku adalah perempuan di sisian pintu.
Mengantarmu pergi dengan doa.
Menunggumu pulang; pagi, senja, malam.   

****


Maros, 15 Maret 2020. 
Hari ke 31 meyesap sepi.

0 komentar:

Posting Komentar

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Advertisement

ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sahabat Ruang Ini

Labels

BTemplates.com

Blogroll

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template

Follow Me On Instagram

About

Copyright © Ruang Tengah | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com