Minggu, 15 April 2012

Topeng dan pernikahan.


“ sungguh sesuatu yg mengejutkan, semua itu di luar batas dirinya sebagaimana yang ku kenal…”

Ku baca sms itu, aku tersenyum meski kutahu kawan yang mengirim sms itu sedang merapikan hati, mungkin ia terluka, entahlah…

Ada yang menjadi tidak sederhana ketika topeng seseorang terbuka di hadapan kita, menyuguhkan nyata yang jauh dari keindahan dan kebaikan yang selama ini berpendar di mata kita. Mungkin itulah Islam tidak menyimpan hubungan lelaki dan perempuan dalam kata pacaran, pada betuk  dan bahasa apapun, sebab semuanya hanyalah kepura-puraan yang selalu berakhir dengan klimaks kecewa dan kata…  “begitu ji ple orangnya…”.

Dan tentu, remah-remah dosa selalu ada di sana….

Saat aku memakai mahkota istri di usia yang belum genap 17 tahun, aku sempat menggugat, rasanya tidak adil jika pernikahan harus memenjarakan diriku dalam bilik rumah saat aku hendak menyulam mimpi dalam perjalanan hidupQ…

Allah Maha Tahu, dan aku pun tahu diriku, mungkin sebabnya aku tidak mampu menjaga diri dari pergaulan yang kian melangkahi nurani, untuk itulah cincin pernikahan memerdekakanku dari dosa di tepian jalan masa remajaku…

Tak ada kesia-siaan dalam Takdir Mu Rabby…


Kini, aku melihat satu satu temanku menemukan arti cinta saat mereka lelah mengelana dari satu topeng ke topeng lelaki yang lain, apakah mereka  tidak tahu, atau lupakah mereka… jika satu-satunya lelaki tanpa topeng di dunia ini adalah yang bernama SUAMI.

Yah, suami, tak pernah menyembunyikan udang di balik batu, (hanya sering lupa hari ulang tahun istri  dan tanggal lahir anaknya… heheh, curhat sedikit… :-) ) Ia mengatakan cinta ketika hatinya diluapi kasih, menyusun marah sebatas perlunya, tak merasai lelah saat peluh dan penat merajainya, menyimpan harapan tak terhingga tentang kebahagiaan istri dan anak-anaknya meski kata-kata cinta terkadang pecah berserakan tak mampu ia himpun dan nyatakan dalam bahasa romantis.

Sesungguhnya, lelaki baik-baik hanya untuk wanita baik-baik, dan wanita baik-baik hanya untuk lelaki baik-baik.

Lelaki bernama Suami itu, yang dihalalkan Allah untuk merenda cinta di sisinya. Agar perasaanmu tak lubang oleh luka, dan cinta tak kehilangan sisi sejatinya.

Dan jika kalian belum mampu melaksanakannya (menikah), maka berpuasalah, dan mintalah pertolongan Allah lewat shalat dan sabar…   

# di sapa inspirasi oleh Fakhirah Rizka Selfianti. Semoga tulisan ini menjawab inspirasi itu, kutulis sesaat setelah menerima sms galau mu itu... heheh..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar