Rabu, 16 Januari 2013

Akstruhum laa ya’lamun...

Januari 16, 2013 0 Comments

Sudah menjadi rutinitas untuk tilawah Al quran ba’da maghrib. Tapi semalam tilawahnya agak beda, ini mungkin karena tiba di surah Al Qashash dan kisah Nabi Musa di dalamnya menyimpan “sihir” tersendiri untuk mentadabburinya. Dan Alhamdulillah, kisah itu menjadi penggenap inspirasi untuk mengawali putaran waktu di tahun ini.

 Pada ayat ke 13 perenunganku di mulai :

Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

Yah.. “bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya…..”

Pada bagian ini, saya ingin sekali memahamkan diri saya tentang “tidak mengetahui”. Berapa banyak hal lagi yang tidak saya ketahui, sebagai manausia. Benarlah jika “akstruhum laa ya’lamun” di ulang beberapa kali dalam Al-Quran. Sebab sungguh, kita memang tidak mengetahui, bahkan sesuatu yang telah di ajarkan sekalipun kita belum tahu.

Tentang janji Allah.

Hal yang berulangkali tersirat dalam kisah-kisah Nabi terdahulu, dan dalam kenyataan di banyak kejadian hari sekarang.

Mungkin kita tahu, tapi kita lupa. Kita lupa bagaimana janji Allah selalu menepi pada akhir yang baik. Selalu seperti itu. 

Intinya kurang lebih begini .... :

“ jika kebaikan ada dalam dirimu,
maka Allah tidak akan pernah meninggalkanmu…”

Minggu, 13 Januari 2013

ar-Ruhul Jadid (2)_ Married..

Januari 13, 2013 2 Comments
Apa yang menjadikan sebuah pernikahan, “mitsaqan galiza” itu menjadi ringan saat melangkahinya. Itu adalah doa. Lirih-gumam ucap Barakallah dari orang-orang tulus yang mengantarkan hidup baru kita.

Dalam RJ, seperti yang kukatakan, kami sepenuhnya adalah saudara.

Maka berita gembira tentang seorang teman yang akan  menikah akan menyibukkan kami seoalah kami adalah calon mertua sang calon mempelai.

“Dengan siapa? Namanya? Imannya ? Orang mana? Apa pekerjaannya? Jadi di mana nanti tinggal kalau sudah nikah? Baik ji akhlaknya? Bla… bla.. bla… “

Kami selalu terpancing untuk sibuk bertanya seperti itu, meskipun pada akhirnya selalu ada ucap doa : ”semoga itu yang terbaik untuknya… “

Lalu kesibukan lain adalah menemani malam terakhirnya sebelum besok ia menjadi milik orang lain, mendekor kamar pengantinnya sambil bercerita hal-hal ringan tentang pernikahan besok, tentang masa lalu, dan kemungkinan tentang kita suatu hari nanti…  


Ah, RJ… ini sebenarnya hanyalah tentang kerinduanku pada waktu lalu. aku selalu tertawa jika menyadarinya. sungguh,  ini seperti aku bertemu kalian di pagi hari dengan seragam hitam putih, lalu di sore hari kembali menjumpai kalian dengan pakaian pengantin, dan esoknya kita bertemu dengan anak-anak yang menggelayut dalam gendongan kita. Waktu seperti berlari  sangat –sangat cepat.

 





Hari pernikahan kita, hari di mana putra putri kita akikah, aku tahu… itu selalu menjadi bagian dari kebahagiaan kita bertemu. 



















hufft..
Sekali lagi Barakallahu untuk setiap kita yang telah menggenapi separuh agama ini.   

Dan semoga, yang belum di antara kita segera menemukan imam terbaik yang Allah pilihkan untuknya... :)

#amiin..