Sabtu, 21 Desember 2013

Penggalan Malam


Gambar
 Orang-orang yang lelah, pulang  dengan peluh dan harap yang menyatu sebagai penyakit harian yang katanya, obatnya  hanya ada di rumah. Pun dirimu, saat pulang dan dari balik pintu yang belum sempat kau ketuk itu terdengar  teriakan girang anak-anak menyambutmu, berlomba membukakan pintu, memanjati tubuh lelahmu sekedar melepas manja yang tertahan jenak waktu, sehat sudah penatmu.  Atau bila, terlalu larut agenda rapat dan-apalah namanya-menahanmu pulang, dan saat kau tiba anak-anak telah terlelap, kau akan langsung menuju kamar mereka,  menggangguinya, sedikit memaksakan mereka bangun dan mencicipi sekotak oleh-oleh yang kau bawa, mereka akan bangun dan memakannya sedikit, kecuali Angga, Ia akan melahap meskipun dengan mata yang tertutup karena kantuk, dan rasa sayangmu buncah padanya. Katamu, “makan nak, semoga panjang umur nak, berkah hidupmu….”, ucapmu dengan senyum mengembang dan tangan membelainya lembut.

Perempuan sepertiku, sudah cukup itu sebagai kenangan paling kilau tentangmu. Malam, saat menunggumu pulang, telah lekat dalam pikirku bahwa saat datang nanti, tanyamu selalu adalah tentang anak-kita, sebelum tidur aku akan bercerita hal-hal berkesan juga menarik tentang mereka hari ini meski kau tak pernah memintanya, aku bercerita dan bercerita. Sampai saat aku menoleh padamu, kau telah pulas menutup mata.

Aku selalu memandangimu saat tidur pulas, rahasia kecil yang mungkin sebagian  istri lakukan tanpa sepengetahuan suaminya. Entah sejak kapan aku mulai suka melakukannya, memandangimu tak ubahnya menggaris ingatan di titik-titik rasi bintang kenangan, sebuah bentuk takdir, aku tak pernah mengenalmu sebelumnya, hingga Allah mengikat tali nasib kita dan kau di sampingku kini, lelap. Indah.

Inilah penggal malam perihal dirimu yang kurindu dalam bisu. Tapi tahukah sayang, sejak mencintamu, tak ada bahagia yang selamat dari lubang pori ketakutanku, tentang suatu waktu, dimana tak ada aku di sisimu, adakah kau mengenangku hangat?

Maka  maafkan, jika ternyata hanya serpih luka yang kau ingat dariku…. Sementara telah habis kusesap bulir cinta darimu.
Maafkan…..

#Untuk setiap malam yang tak habis kukenang....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar