Rabu, 02 Juli 2014

Kampung Halaman Sesungguhnya


Meski kita dari tanah,  muasal kita adalah syurga. Tempat Bapak-Ibu kita meniti sejenak hari-hari sebelum akhirnya terusir. Ya, Bapak-Ibu kita: Adam dan Hawa.

Maka lahirlah kita dalam keterusiran di bumi ini,  anakanak manusia. Tiap seorang dari kita lahir akan disambut dengki sumpah syaithan agar menemani mereka dilalap apiapi neraka, dosa demi dosa sesungguhnya  bukan agar kita terusir dari syurga,  tapi agar kita tak kembali ke syurga,  tanah kampung halaman kita.

Jadi, sedang apa kita dengan syaitan itu?

Tidakkah terasa olehmu, kadangkala kita tertawa tebahak bersamanya. Sedang para malaikat mendidihkan neraka dengan panas paling murka. Untuk anakanak adam yang merasa indah tentang dosa dan tak dapat memahami bahwa syaitan adalah musuh yang nyata.

Kita tidak tahu,  berapa lama lagi kita dalam pengusiran ini. Bahwa Allah menjadikan kita khalifah  di bumi adalah sebentuk Rahman-RahimNya. Bagaimanapun besar dosa,  Allah selalu rindu taubat kita,  itulah mengapa dijadikan syurga seluas langit dan bumi, tingkat demi tingkat dari penjuru pintupintu amal, untuk menyambut kita dihari ketika Dia telah memanggil hambahambaNya pulang ke kampung halaman sesungguhnya.

Masih adakah kita menjadikan syaitan teman karib dalam perjalanan pulang?

__________________________

Ramadhan 1434 H.
Selepas sahur, memikirkan anakanak Gaza.

0 komentar:

Posting Komentar

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Advertisement

ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sahabat Ruang Ini

Labels

BTemplates.com

Blogroll

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template

Follow Me On Instagram

About

Copyright © Ruang Tengah | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com