First Time


Hamdalah untuk hari yang baik ini.

Ini pengalaman kedua menjadi pembicara dan membawakan materi workshop. Pertama kalinya seingat saya tahun 2012, saya menjadi pemateri seminar di hadapan mahasiswa s1 Yapim  Maros. Waktu itu tema seminar "Membangun Cinta" harusnya dibawakan oleh suami, tapi dia ngelesssss katanya saya saja yang bawakan materi, lebih sepadan, lebih ngena, lebih dan lebih lain... , padahal itu modus karena jika dia bicara cinta akan terasa seperti kumur-kumur air garam. 😂😂😂

Alhamdulillah, workshop dengan tema "Remaja Muslimah Mandiri" di Rammang-rammang hari ini, berjalan asyik dan lancar. Mungkin karena audiensnya dari kalangan remaja jadi tidak begitu keki, seperti bicara depan mahasiswa yang lebih kritis cara berpikirnya. Lokasi workshopnya juga keren, di kafe bukit dengan alam terbuka, kiri kanan depan belakang pemandangan hutan batu Rammang-rammang.... MasyaAllah. 

Saya sengaja membawa serta semua anak-anak di moment ini, InsyaAllah mereka bisa lihat Umminya dari sudut pandang yang berbeda. Ummi yang biasanya suka ngomel di rumah, kadang mau makan disuruh ngambil sendiri, pakaian kotor harus ada di keranjang jangan digantungan, kamar harus bersih sebelum pergi sekolah, de el el... 

Hari ini mereka lihat Ummi bicara tentang kemandirian, meskipun cuma duduk di belakang bersama Abi, tapi saya yakin anak-anak mendengar semua yang saya bicarakan di hadapan kakak - kakak remaja itu.  

Bahwa apa yang dilakukan Ummi di rumah dalam menerapkan disiplin dan kemandirian itu, adalah bekal apa yang akan Ummi bagi di luar rumah. Karena sungguh, sulit sekali berbicara tentang sesuatu yang kita masih jauuuhhhhhhh darinya. 


Alasan lain membawa anak-anak dalam kesempatan seperti ini agar mereka punya gambaran tentang apa yang dilakukan Ummi di luar rumah ketika kadang-kadang mereka harus ditinggal dan tidak boleh ikut. Gambaran sederhana tentang kegiatan ini bisa membuat mereka lebih lapang dada saat ditinggal, mereka tahu Umminya tidak sedang keluyuran dan meninggalkan anak-anaknya di rumah dengan tega.

Selain materi tentang kemandirian, kegitan ini juga dirangkaikan dengan pelatihan skill pembuatan bros dari pita. MasyaAllah, anak-anak remajanya pada kreatif semua, jadi meskipun saya ngajarnya cuma dasar saja, mereka bisa berkreasi memadukan pita-pitanya. Hasilnya cantippp. 

Ala kulli hal, terima kasih buat Ade azizah yang memilih saya untuk kegiatan spesial ini, terima kasih juga untuk Suami yang sudah banyak repot untuk saya mulai dari menemani saya begadang persiapkan materi sampai ikut terlibat menjaga anak-anak selama saya berkegiatan. Terima kasih untuk semua doa dan dukungan dari teman-teman semua. 


Ini beberapa kenangan yang bisa saya bagi di sini : 







Hasil pelatihan singkat pembutan bros dari pita : 






Pembagian sertifikat dan foto bersama

Dan Kami...