Kamis, 18 Oktober 2018

Catatan Untuk Diri, 28 tahun.



28 Tahun.

Wah, hidup sudah kian jauh dijejaki.
Apa kabar iman?
Apa kabar ilmu?
Apa kabar amal sholeh?

Bagaimanapun fana-nya hidup ini, yang abadi adalah waktu yang telah berlalu.

Ia pergi, membawa hari hari yang tidak akan pernah kembali. Abadi dalam catat kitab malaikat Raqib dan Atid.

Untuk diriku, sekali lagi, belajarlah... bertumbuhlah.

Belajarlah menjadi lebih bijak.

Bertumbuhlah dengan kebaikan kebaikan tulus.

Sudahi mengeluh, selesaikan duka dan keringkan air mata dengan lebih cepat. Hidup terlalu indah, terlalu singkat untuk habis dengan luka.

Untuk diriku,
Meskipun langkahmu pelan dalam mengejar impian, pastikan saja langkah itu bukan langkah mundur. Allah sungguh tidak menyia-nyiakan usaha hambaNya.

Jika satu pintu tertutup, ketuk pintu yang lain. Sebagaimana do'a, ia tahu di pintu mana ia menunggu takdirmu mengetuk dan ia akan mendekapmu dengan penuh.

Maafkan ... Maafkan.... Maafkan.

Iya, maafkan kesalahan orang lain. Dirimu pun tidak suci. Memaafkan akan melapangkan hidupmu.

Jangan menoleh pada dengki orang lain.

Jangan rapuh pada cibiran.

Dan jangan mengubur hidupmu karena fitnah.

Buktikan saja dengan karya. Bungkam saja dengan prestasi.

Karena lidah orang lain adalah miliknya, dan hidupmu adalah milikmu. Jangan menempatkan hidupmu di atas lidah orang lain.

Untuk diriku.
Penuhi hatimu dengan syukur dan sabar. Keduanya adalah sebaik baik kendaraan dalam hidup.

Pahami dengan baik kodrat penciptaanmu. Engkau perempuan, engkau istri, engkau ibu. Engkau jantung sebuah keluarga. Jika kau berhenti berdetak, maka satu lingkup peradaban akan kehilangan ruhnya.

Jangan melangkah terlalu jauh dari rumah karena di sana Allah tetapkan wilayah kepemimpinanmu.

Sebesar apapun pencapaianmu di luar rumah, ingatlah untuk pulang membangun peradaban.

Seduh kopi suamimu. Itu adalah syurga.

Ajarkan anak-anakmu mengenal Allah, mengeja KitabNya, meneladani RasulNya, Mengimani malaikat malaikatNya, memahami ketetapan takdir baik burukNya, dan menyakin datangnya hari akhir.

Untuk diriku.
Semoga di sisa hari, kebaikan adalah dirimu. Di segala tempat, di setiap waktu.

🌷🌷🌷🌷

Dalam nasehat untuk diri sendiri ini, ada rindu yang buncah pada Mama. Ada rasa syukur yang tiada tepi pada Bapak.

Ada cinta yang tidak pernah setengah pada suami. Karunia terbaik yang diberikan Allah kepadaku.

Juga anak anakku. Amal jariyah dari doa doa sang sholih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar