Jumat, 02 November 2018

Smart Discipline

Buku yang kaya pengalaman. Membacanya seperti tengah tersesat dan tiba-tiba saja mendapat petunjuk arah jalan pulang....^_^
Setelah baca habis buku ‘Smart Discipline’ karya Larry J. Koenig, Ph.D, Alhmdulillah saya menemukan banyak tips, langkah dan inspirasi buat handle kedisiplinan anak-anak sekaligus membangun system-nya dengan alami. Sekali lagi, Alhamdlillah.
Kata kunci sebenarnya adalah Muhasabah. Bahasa Islami kita.
Hanya saja dalam buku metode luar biasa yang dikembangkannya itu sehingga mampu menjadi konsultan kedisiplinan keluarga terkenal di negaranya disebut ‘Smart Tabel’.
Setelah mencoba menerapkan selama kurang lebih 5 Bulan, saya menemukan beberapa kendala dalam menerapkan metode ini.
Mulailah otak saya mencari langkah lain.
Alhamdulillah, modifikasinya jadi lebih sederhana namun tetap efisien.
Jadi, kalau di buku ini hanya menyiasati moral, kelakuan, sikap, karakter, atau apapun namanya, saya mencoba memadukan konsep ‘Smart Tabel’ itu sekaligus ke pembangunan ruhiyah anak-anak. Alhmdulillah, ini tahun keempat anak-anak dengan kebiasaan muhasabah. Mereka menikmati peraturan, dan kami sebagai orang tua menikmati menjadi orang tua.
Tidak ada lagi tawaran yang lebih indah bagi orang tua, jika ada jalan untuk mengganti kebiasaan menghukum anak dengan pukulan, amarah makian, dan segala tindak kekerasan pada anak hanya dengan membuat coretan di selembar kertas
Iya! Ummahat sholihat atau bapak-bapak keren hanya cukup memberi silang, dengan pulpen sederhana di atas selebar kertas putih, dan anak anda sudah tahu bahwa ia melakukan kesalahan dan akan menyesalinya. Tak ada pukulan, tak ada makian.
Atau jika mereka melakukan kebaikan kecil, mereka bisa dengan bangga memberi centang di lembaran muhasabahnya. Tak ada iming-iming uang yang bisa menjadikan mereka kecanduan meminta uang.
Efek “samping”nya: Anak-anak akan tahu betapa berharganya berbuat baik itu, dan betapa merugikannya perbuatan buruk itu. Dan sejak dini, mereka telah kenal antara haq dan yang batil, sekali lagi,…. dengan alami. Berdasar pada fitrahnya
Ini hanyalah langkah sederhana, tapi menjalankannya dengan komitmen utuh, akan berdampak besar bagi ruhiyah dan kepribadian anak-anak kita.
_____________
Ini Muhasabah yaumiyan. Bisa disesuaikan dengan amalan yang paling dasar yang ingin dibangun dalam diri anak.

Setiap akhir bulan, orang tua wajib mengevaluasi lembaran ini. Jangan dicopot dan dibuang begitu saja, tunjukkan pada anak2 bahwa kita peduli dan amat sangat menghargai tiap centang pada amalan harian ini.

Berikan anak2 reward di akhir bulan jika pencapaian muhasabah mereka memuaskan. Beli es krim, ajak jalan2, berikan mereka hadiah2 sederhana yang menyenangkan.

Kelak, mereka akan memahami proses. Lebih dari itu mereka meyakini, setiap kebaikan akan dibalas kebaikan. Dunia dan akhirat.

untuk lembaran ini, cukup beri tanda silang (X) jika tidak mengerjakan sholat, tanda bulat (o) untuk sholat tidak tepat waktu, dan centang (V) untuk sholat di masjidatau tepat waktu.

setiap akhir bulan, hitung jumlah centangnya saja, dan silahkan berikan mereka reward sederhana sambil mencium kening mereka. 

kalau anak-anak saya, makan di warung mie pedas juga sdh cukup..

Nah ini Poin peraturan untuk "Selamatkan Bintang Kebaikan".

Karena ini sudah Fase 2 untuk Kk Fathi dan Rangga maka peraturan menjadi 11 Poin. awalnya di Fase 1 hanya 8 poin.

Buat peraturan dari kebiasaan buruk yang paling melekat dalam diri anak dan yang paling merisaukan.

bayangkan ya Ummahat... kalau hal-hal negatif dalam diri anak tersebut bisa kita tangani dengan pulpen dan kertas saja.... kita tidak perlu mengeluarkan kekuatan fisik kita untuk marah dan menghukum mereka. kita hanya perlu menunjukkan pada anak-anak ketegasan kita, bahwa kita orang tua, yang bertanggung jawab terhadap mereka.

ini lembaran "Selamatkan bintang Kebaikan". wah... sederhana skali yaaa...

Ups. Anak-anak punya fitrah kebaikan yang luar biasa dalam. Mereka akan mempertahankan nilai fitrah kebaikan itu kadang-kadang lebih kuat dan emosional dibanding orang dewasa.

saya pernah mencoret satu table dari Smart Discipline Rangga (sebelum saya modifikasi jadi tabel bintang ini) dan saya bisa lihat, bagaimana dia amat menyesal akan pelanggaran yang dibuatnya. Dia tidak mood main bersama temannya, tidak banyak bicara, dan tidak menyentuh makan malam!

Anak-anak mempertahankan fitrah kebaikannya dengan alami, saat kebanyakan orang dewasa berbuat baik karena pencitraan... hahah.

Ini model Tabel Smart Dicipline asli sesuai panduan buku Larry J. Koenig. Jadi, ada 8 kotak kesempatan untuk anak berbuat salah. 3 kotak pertama sifatnya hanya teguran (belum hukuman). nah, 5 kotak berikutnya adalah hal-hal yang paling disenangi oleh anak-anak. urutkan mulai dari yang tingkat kesenangannya paling rendah sampai paling tinggi.
kalau kk fathi, yang paling rendah adalah menonton tv. jadi kalau tanda silang sudah sampai di kotak yang bergambar itu, artinya anak-anak dihukum tidak boleh melakukan hal yang dia senangi.

gambar lapangan berpohon artinya : tdk boleh keluar rumah bermain dengan teman

gambar TAB, artinya tidak boleh bermain game TAB

gambar karikatur DOODLE artinya tdk boleh menggambar Doodle (waktu itu masanya KK fathi suka gambar2 karikatur)

Gambar Uang, artinya tidak mendapat uang jajan.


jadi silahkan sesuaikan untuk kesenangan anak masing-masing

Silahkan klik link di bawah ini untuk Download filenya. ^_^

Download Peraturan Selamatkan Bintang Kebaikan

Download Muhasabah yaumiyan, Muhasabah Shalat, dan Tabel Bintang Kebaikan

(untuk link Muhasabah yaumiyan dalam bentuk Exel ya, jadi ada tiga sheet termasuk Muhasabah shalat dan Tabel bintang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar