36 tahun. Dan semakin jauh perjalanan ini, semakin banyak alasan untuk jatuh cinta pada kehidupan.


Ternyata, ada begitu banyak hal yang masih sering terlewat untuk disyukuri, karena ia tenggelam di antara keinginan-keinginan yang tidak pernah usai... 


Kita sering sibuk menghitung apa yang belum dimiliki, sampai lupa bahwa begitu banyak hal yang hari ini kita jalani adalah sesuatu yang dulu pernah kita sebut dalam doa.


Ya, Semakin direnungi, semakin terasa bahwa hidup telah memberi begitu banyak hal yang bahkan dulu hanya berani saya harapkan dalam doa-doa yang panjang.


Impian-impian yang dulu dilangitkan dengan mata basah karena terasa terlalu besar untuk diri yang tidak punya daya apapun, namun sesuatu yang besar itu kini menjadi kehidupan sehari hari yang dijalani dalam silih bergantinya musim musim ... betapa Allah Maha Besar atas segala impian hambaNya 🥹🥹🥹


Di usia ini, saya tidak ingin lagi terlalu sibuk memikirkan apa yang masih kurang.

Di usia 36 tahun ini, saya hanya ingin menjadi hamba yang lebih pandai bersyukur. Yang tidak mudah melupakan nikmat yang ada ketika keinginan baru datang... 


Mungkin, di setiap kita, akan ada satu titik dalam perjalanan hidup ketika rasa syukur itu tumbuh begitu dalam, begitu penuh, sampai-sampai kita tidak lagi tahu harus berkata apa...

Kita hanya ingin ruang untuk berdiam diri  sejenak, lalu bersujud sebanyak-banyaknya. 


Apakah karena kehidupan saya telah begitu cukup dan sempurna? 

Bukan juga. 

Hanya saja, akhirnya saya menyadari betapa  detail dan utuhnya kasih sayang Allah yang selama ini menyertai perjalanan ini.


Rabb...

Jika di usia ini ada satu hal yang paling ingin saya jaga, izinkanlah hati ini tetap tahu cara bersyukur. 


Hamba memohon kepadaMu hati yang khusyu dalam keadaan meminta ketika kekurangan, sekaligus khusyu ketika bersujud dengan syukur yang penuh. 


Alhamdulillah, untuk segala yang telah berlalu, yang sedang dijalani, dan yang masih Engkau persiapkan.