Kamis, 02 Agustus 2012

2 Rakaat Subuh

Ada hari yang tak menjadi apa-apa, sebentuk cangkang kering terbuang di pantai timur, sebab lupa menitip bahasa doa di ufuk pagi buta, pada tepi salam 2 rakaat subuh.

***
Sudah lama Subuh menjanda. Rawatib yang ringan ditalak enggan berupa-rupa alasan. Hanya sunnah... hanya sunnah.. hanya sunnah...

***
Berhentilah berburu makna-makna hidup, buka saja matamu saat kokok ayam ditakdir meriuh pada garis terbit matahari, dunia dan seisinya adalah milikmu saat menciumi sajadah dengan kening basah.

***
Pastikanlah jawabmu benar jika ada yang bertanya apakah engkau seorang muslim hari ini. Mungkin tidak, engkau muslim di sisi hari yang lain dan munafik di sisi hari yang lain. Bukankah 2 rakaat subuhmu tergadai janji hangat selimut hijau berbulu domba kesayanganmu.
***
2 rakaat subuh.

Beranjak dari memejam mata padanya.

2 rakaat subuh.

Dunia dan seisinya yang tertutup kabut hati usangku.

0 komentar:

Posting Komentar

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Advertisement

ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sahabat Ruang Ini

Labels

BTemplates.com

Blogroll

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template

Follow Me On Instagram

About

Copyright © Ruang Tengah | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com