Sabtu, 01 September 2012

Kakak.

Kakak.


Bagi adikku, saya kira itu bukan lagi aku.
Mungkin baginya aku adalah ibu. Sejak ibunya dan yang kusebut mama telah pergi.

Adik.
Kukira kau bukan lagi adikku.
Mungkin adalah anak-anakku. Juga.

Agar tak ada yang menyebutmu piatu.
Kutahu sebutan itu selalu menyisa perih di sudut hatimu

"Kakak"

Jangan sebut aku seperti itu jika kau merasa tak sempurna sebagai seorang anak.
Sebut aku ibumu, adikku...
Agar tak ada kehilangan dalam hidupmu.

Sebab yang engkau butuhkan bukanlah seorang kakak
Tapi, Ibu. Selalu.

# Sakit, sangat sakit melihat kalian merindu mama, adik-adikku...

0 komentar:

Posting Komentar

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Advertisement

ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sahabat Ruang Ini

Labels

BTemplates.com

Blogroll

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template

Follow Me On Instagram

About

Copyright © Ruang Tengah | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com