Sabtu, 24 November 2012

Ta'aruf Pertama



Hanya ketika kita saling membisu, aku seperti membaca berlembar catatan kosong. Peluh juga tak mengalah menemani dua bibir terkatup kelu. 

Bisakah kita lebih menyederhanakan dua jalan tempat kita berpijak, menginjak jejak yang sama seolah berjalan namun tidak.

Kita masih di sini, sesungguhnya.

Tak beranjak dari ta’aruf pertama di suatu pagi lima tahun yang lalu...

Saat engkau bertanya tentang cinta,
Dan aku menjawab cinta itu adalah Kau.

Lalu mengizinkan waktu menemukan kita bergandeng tangan berpuluh tahun lagi....
  


2 komentar:

  1. subhanallah dalam sekali tulisannya :) calon penulis hebat! Ayo dikirim ke media!

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah,,, Makasih kak motivasinya.
    Saya selalu ragu, tapi saya akan belajar lebih mengahargai kemampuan yang sy miliki. :)

    BalasHapus

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Advertisement

ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sahabat Ruang Ini

Labels

BTemplates.com

Blogroll

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template

Follow Me On Instagram

About

Copyright © Ruang Tengah | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com