Jumat, 17 Mei 2013

Kubur Aku Bersamamu



 Suatu kali,
Aku merajam pena dalam gundukan kertas terbuang.
Hatiku bertitah agar tinta tak lagi menghitamkan namamu.
Tapi sudah lama....
Pena dan Tintaku menggaris sajak tentangmu.
Aku diam dikangkangi khianat mereka.

Pernah...
Dibawah saga langit kubuang rindu tak bertuan
Kutahu cinta "kan yatim tanpanya
Tapi rindu tak pernah sesat untuk pulang
Hatiku lapuk menjadi gubuknya.

Hanya sekali,
Aku memunguti keping masa lalu tentangmu
Tapi lihatlah....
Ia tergantung di dinding waktuku
Siang malam menebar beribu gurat wajahmu
Dan berpuluh tahun lagi
Kepingmu masih di sana

Kamu
Pena dan tinta
Rindu yang terbuang
Cinta yang yatim
Dan keping yang menggantung

Kubur aku bersamamu.


~( perih kehilangan, kutulis seperti ini...)~

1 komentar:

  1. penakaran rasa yang tiada pernah selesai,,,
    tentang cinta
    tentang hati
    tentang cerita
    betapa ia "yatim" tanpanya

    luruh bersama dedaunan kering
    tinggal ranting
    pada kisah
    pada gundah
    betapa ia "yatim" tanpanya

    begitu ia mewarnai hidup
    di dinding waktu
    cercah asa melintasi
    pada hati
    pada jiwa
    pada masa
    dimana hanya tinggal cerita.

    BalasHapus