Rabu, 31 Januari 2018

Perjalanan Panjang Untuk Kembali Menjadi Asing


Sudah banyak waktu kebersamaan kita. Tapi sepertinya, semakin jauh kita bersama semakin asing saja rasanya. Apa yang salah dengan kita? dengan perjalanan kita?

Prinsip. Sudut pandang.

Siapa yang lebih tahu tentang prinsip mana yang lebih benar dari siapa.atau sudut pandang mana yang lebih bijak dari siapa…

Kau boleh berubah. Tidak ada yang membatasi dirimu untuk menjadi apa dan mengapa. Karena perubahan dalam hidup adalah keniscayaan. Hanya saja, menurutku, orang-orang berubah dengan metamorphosis yang indah,  mengapa kau malah bersembunyi dalam cangkang pikiran dan falsafah hidupmu yang rumit itu.

Benarlah.

Orang-orang lalu-lalang dalam hidup kita, berteman, bersahabat, lalu kemuadian menjadi asing oleh waktu. Ah iya, seberapapun besar kita mencintai orang-orang, menyayangi mereka, pada akhirnya kita pulang dalam kesendirian. Kecuali doa-doa yang mungkin tak sengaja keluar dari ketulusan yang selama ini telah kita lupa dari mana datangnya.

Saya hanya ingin jujur tentang sedikit rasa kecewa. Saya menyebutnya dengan : “kekecewaan psikologis”.

Orang seperti saya, yang punya wilayah perasaan melankolis yang cukup luas ternyata belum siap untuk memahami baik tentang waktu adaptasi yang dibutuhkan seseorang untuk sekedar menjawab rindu bertahun-tahun lamanya.

Atau hanya saya saja yang berlebihan dengan rasa rindu itu, tapi bagimu rindu hanyalah pertemuan kecil yang buang-buang waktu dan tidak lagi sesuai dengan falsafah baru kehidupanmu.

Tidak mengapa, teman.
Semua orang akan berubah pada akhirnya.

Sumber Gambar : Pinterest
Sebagian orang berubah menjadi semakin dekat, dan sebagian lainnya menempuh perjalanan panjang untuk kembali menjadi asing. Seperti dirimu itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar