Rabu, 31 Januari 2018

Teman Kecil Yang Ditemui Dalam Kedewasaan



Sudah jauh sekali perjalanan kita. Wajah kita terus bertemu disisan takdir, wajah kecil, wajah remaja, dan wajah ibu. Kita mengalami banyak hal yang sebenarnya, berapa-kali pun kita bertemu dan bercerita, tidak semuanya bisa selesai.  

Banyak hal yang kita alami, sudah selayaknya masing-masing kita punya keputusan tentang apa dan mengapa kita masih berteman-bersahabat saat begitu banyak orang lain lalu-lalang dalam hidup kita.
Mungkin karena kita perempuan, maka selalunya yang dibutuh adalah cermin. Bukan tentang wajah, tapi kepribadian yang mendewasa.

Semua hal mungkin bisa kita bagi dengan pasangan hidup masing-masing, tapi ada bagian yang hanya bisa kita temukan makna potongannya pada seorang sahabat.

Saya mensyukirimu, mensyukuri semua sahabat yang saya dapatkan.

Semoga, saya tidak berubah untuk menjadikan kalian hal yang tidak begitu penting karena sebab falsafah hidup yang harus dijunjung tinggi.

Karena kalian tetaplah teman kecil yang kini ditemui dalam kedewasaan. Jika dulu kita hanya bermain dan tertawa, hari ini dan seterusnya kita masih bisa menyediakan pundak untuk luka dan cerita. Kita selalu punya ruang untuk bisa tersenyum bersama.



Salam. Opy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar