Kamis, 31 Juli 2014

Maaf, Jika hanya maaf.

Juli 31, 2014 0 Comments
Gaza, Palestina.
Kalaulah sesungguhnya kita bersaudara dalam satu tubuh keimanan, saya benar tidak tahu macam apakah saudara seperti saya ini? Selain doa kusut yang entah mengapa tak jua mampu sebening perjuangan kalian, saya tak lagi tahu apa yang seharusnya dapat saya lakukan.

Dan lagi, meski porak poranda, kalian berjarak sejengkal dari syurga. Apalah saya.....

Ini maafku yang kesekian kalinya...

Maaf pada persaudaraan yang membiarkan kalian sendiri berdarah-berairmata. Maaf pada sedikitnya yang dapat kami beri sedang kalian melepas nyawa demi tanah suci itu. Maaf pada lemahnya kami dalam julukan negara muslim terbesar di dunia.

Maaf, karena kami hanya mampu mengulang maaf...

____________===

Rabu, 30 Juli 2014

Pamit.

Juli 30, 2014 0 Comments

Nenek,

Ada doa kutitip pada krikil-krikil jalan, sawah yang menghijaukan mata dan langit biru putih di perjalanan pulang ini.

Ketika ringkih tanganmu melepas pamitku, aku janji akan datang. Menguapkan rindumu yang sepi dalam rumah panggung yang berderit oleh angin pedesaan Bone.

Nenek, aku pulang.

•••••••••••


Selasa, 29 Juli 2014

Kapan kita bertengkar, Jan?

Juli 29, 2014 1 Comments

Saya kira, pertemanan adalah selalu tentang 2 laku: pertengkaran dan kasih sayang.

Namun berlalu waktu dalam putaran tahun, saya mengenal teman yang dengannya tidak sekalipun saya bertengkar. Entah karena sejak saling kenal kami tidak begitu dekat, tapi satu hal tentangnya yang mestinya adalah alasan di balik tidak adanya pertengkaran di antara kami : dia selalu bisa menerima apa adanya kita, tanpa lupa mengatakan hal semestinya yang baik bagi kita.

Dan saya belajar untuk itu. :)

Terimakasih untuk persaudaraan ini, Nur Jannah Darwis.
______________________

Rafiah, bone 30 juli 2014.

Dan karena kau selalu memaafkan, sekali lagi, maafkan 5 hari yang berlalu tanpa ucapan di hari spesialmu.

Barakallah fii umruk.  Semoga umur berkah, dilimpahi kebaikan hidup, dan jodoh yang indah. :)
___________________<________¶








Kapan kita bertengkar, Jan? 
^_^

Senin, 28 Juli 2014

The Pink Moment.

Juli 28, 2014 3 Comments

Mungkin ini bukan tulisan penting. Hanya baris-baris kata pengikat kenangan...
____

Semuanya bermula ketika si gadis manis itu duduk di samping kak miftah dalam mobil yang mengangkut rombongan ke bandara menjemput presiden tercinta, Anis Matta.

Sebenarnya, tidak apa-apa (bohong!), tapi di waktu yang sama, saya dengan pasrah duduk numpang di mobil rombongan lain tanpa tahu kalau di mobil sebelah ada apa-apa.... (menghela nafas...)

Dalam perjalanan, ada yang bertanya ke saya, "ophy, knapa di sini? itu tadi kak miftah bawa mobil kosong kursi depan di sampingnya...."

Saya jawab dengan sotta : "na samaki yudi duduk di depan.."

Sampai di bandara..... Sambil menunggu presiden AM datang....

Si gadis manis pecinta pink datang menghampiri dengan wajah mekar ceria...

"kak ooophyy.... di mobil manaki tadi?"

"di mobil ust. darwis sama jannah.."

tanpa bersalah dia nyeletuk bigini...

"wuih, sama mobil ka tadi kak miftah..."

(waduh, perasaan mulai rada tdk enak inii..)

"iya? padahal mauka jg itu ikut di mobil situ, tapi penuhmi kuliat..."  saya jawab sambil tahan-tahan perasaan.

"na tidak penuhji kak ophy, kak miftah bawa mobil trus yudi pindah di mobil lain..." jawabnya, masih dengan wajah ceria.

"jadi kosong itu kursi di samping kak miftah?

"hihihi.... saya duduk di samping kak miftah... " jawabnya bangga.

glekk !!!!

Dan semua akhwat, ibu-ibu, yang saya kenal dan tidak saya kenal tertawa habis melihat muka merah saya yang senyum-senyum tidak jelas menahan air mata....

"aiiiiihhhhhh.... hati-hati ophy, tanda tanda mi itu.."

Saya cuma bisa diam. Dari jauh saya menatap kak miftah yang sedang sibuk mengatur rombongan dengan tatapan seperti adegan sinetron sambil berucap dalam hati...

"hm, begituki nah, pantas tidak na panggilka ke mobilnya, trrnyata duduk sama ainun!!!"
_________

Ya, gadis manis yang suka buat patah hati itu namanya Ainun.

Saya tidak akan lupa, hal semacam bercanda tentang suka pada kak miftah pernah Ainun katakan terang-terangan di hadapan saya. Nyessekk!!

Saya pernah bilang begini : "ainun, Pak Anis matta keren-keren anak lelakinya..."

Dijawabnya entah bercanda, entah apa...

"aih, lebih kusukaji kak miftah..."

Nyut-nyut, puyeng!!!!

Sebenarnya, tipikal macam gadis bernama Ainun mudah dipahami. Dia senang bercanda. Jadi mudah menerima hal hal semisal dia mengatakan suka pada kak miftah tanpa merasa kami sedang rebutan untuk memiliki seseorang. :)

Jadilah, di mana-mana, pada moment dakwah, LT3B, pemilu, Odoj, ngejus di PTB, ataupun agenda2 struktur, saya dan ainun bisa tetap saling mencanda tanpa menyakiti. Kami punya kenangan sendiri...

Apapun yang saya tuliskan ini, kabar baiknya adalah ainun akan segera menikah.... Itu berarti Saya dan kak miftah akan baik baik saja..... Amiiinn.
hahahah, (tertawa merdeka).
__________

Teriring doa tulus, dng siapapun ainun menikah, semoga bahagia. :)

Saya akan selalu rindu canda tawanya.





Ramadhan Tanpa Janji

Juli 28, 2014 0 Comments
Ramadhan Mubarak
Ada yang pergi tanpa janji tuk kembali, beberapa orang tidak peduli tentang itu, sebagian mengemis doa untuk bertemu kembali.

Dan aku, dalam penyesalan yang dalam... tentang Ramadhan yang pergi sebelum habis nista tuk disuci. Selain lapar-haus di siang terik, dan rakaat malam yang berdiri dalam kantuk nan jarang khusyu'.
__________
2 hari setelah Ramadhan.

Rabb, pertemukan kami kembali.

Selasa, 22 Juli 2014

Rindu yang Asing

Juli 22, 2014 0 Comments
Gambar
Malam ini, 01.05. Hati saya dipenuhi rindu yang asing. Seperti rindu pada rumah yang lama ditinggal, seperti rindu pada suatu tempat di suatu waktu. Seperti merindukan satu bagian penting dalam kehidupan saya yang tak sekalipun pernah saya temui. Mungkin semisal rindu seorang anak perempuan pada ayah yang tak pernah dilihatnya.

Rindu yang asing.

Tapi ketika saja saya ingin memakai mukena putih dan bersujud lama pada sajadah coklat itu, saya mengenali rindu ini.

Rindu yang seringkali terbuang oleh sibuk dunia. Saya tahu, sepi malam adalah kehidupan bagi cinta sebuah jiwa pada Rabb-nya. Hanya kali pertama malam ini, rindu itu menguat. Menarik, mendesak, mengiang-ngiang, dan saya pasrah untuk jatuh menghamba sebagai selemah ciptaan. Berkarat dosa nan menghiba ampun.

Saya tahu rindu ini.
Meski ia asing.....................

Senin, 21 Juli 2014

Dengan Caramu.

Juli 21, 2014 0 Comments

Sebenarnya, kau lelaki yang tidak romantis. Selalu lupa tanggal ulang-tahunku juga hari pernikahan kita. Kau juga masih harus belajar banyak tentang memberi kejutan, perempuan suka itu. Tapi, di malam kau terbangun dan menyelimutiku dengan baik, atau saat kau berterimakasih untuk masakanku yang biasa-biasa saja, atau saat kau mengecup keningku yang sedikit basah oleh keringat lelah.... Aku tidak bisa mengelak lagi.

Aku mencintaimu. Dengan caramu. Dengan hatiku.

♥♥♥

Sumber Gambar

Senin, 14 Juli 2014

Aku, Setiaku.

Juli 14, 2014 0 Comments
Tiba waktuku kelak, aku ingin pulang sebagai bidadari. Maka jangan tanyakan setiaku, sebab ia telah sampai pada bilik istana syurga kita kelak.

Kamis, 10 Juli 2014

Fathi Untuk Palestina.

Juli 10, 2014 0 Comments

Fathi :

"Ummi, kalau sudah jadi pesawat tempurku di Jerman, mauka ke Palestina nah..."

Wahai Palestina, sungguh putraku masih amat belia. Maafkan ia tak menggenggam batu mengusir mereka dari tanahmu, tapi di hatinya, telah ada namamu. Di jiwanya ada tekad membebaskanmu. Jika tiba waktunya, Ia akan menjadi putramu jua, kelak.
__________________

12 Ramadhan 1434 H, sesaat setelah mendengar cita kakak fathi .

Rabu, 09 Juli 2014

Apakah Sampai Padamu Berita Tentang Mahanazi?

Juli 09, 2014 0 Comments



Kabar apakah yang sampai padamu tentang Palestina?

Apakah sampai padamu berita tentang rumah-rumah yang dihancurkan tanah-tanah meratap berpindah tuan, bahkan manusia yg dibuldozer?

Apakah sampai padamu berita tentang air mata yang tumpah dan menjelma minuman sehari-hari tentang jadwal makan yang hanya sehari sekali atau listrik yang menyala cuma empat jam sehari?

Apakah sampai padamu berita tentang kanak-kanak yang tak lagi berbapak, tentang ibu mereka yang diperkosa atau diseret ke penjara?

Para balita yang menggenggam batu dengan dua tangan mungil mereka menghadang tentara zionis Israel, lalu tangan kaki mereka disayat dan dibuntungi

Apakah sampai padamu berita tentang masjidil Aqsha di halamannya menggenang darah dan tubuh-tubuh yang terbongkar

Peluru yang berhamburan di udara menyanyikan lagu kematian menyayat nadi kekejaman yang melebihi fiksi dan semua film yang pernah kau tonton di bioskop dan televisi Kebiadaban yang mahanazi

Tapi orang-orang di negeriku masih saja mengernyitkan kening;

“Palestina? Untuk apa memikirkan Palestina? Persoalan di negeri sendiri menjulang!” Mereka bersungut-sungut tak suka, Membatu. 
Tak jarang terpengaruh menuduh pejuang kemerdekaan Palestina yang membela tanah air mereka sendiri sebagai teroris!

Duhai, maka kukatakan pada mereka: Tanpa abai pada semua persoalan di negeri ini

Atas nama kemanusiaan: menyala-lah!

Kita tak bisa hanya diam menyaksi pagelaran mahanazi, sambil mengunyah menu empat sehat lima sempurna dan bercanda di ruang keluarga

kita tak bisa sekadar menampung pembantaian-pembantain itu dalam batin atau purapura tak peduli
Seorang teman Turki berkata:

"mereka yang membatasi ruang kemanusiaan dengan batas-batas negara, sesungguhnya belum mengerti makna kemanusiaan

Hai Amr Moussa tanyakan pada Liga Arab belum tibakah masanya bagi kalian bersatu, membuka hati, berani berhenti mengamini nafsu Amerika yang seharusnya kita taruh di bawah sepatu?

Hai Ban Ki Moon, apakah Perserikatan Bangsa-Bangsa itu nyata? Sebab tak pernah kami dengar PBB mengutuk dan memberi sanksi pada mahanazi teroris zionis Israel yang pongah melucuti kemanusiaan dan keberadaban dari wajah dan hati dunia


Apakah kalian, apakah kita tak malu,
Pada para syuhada;

Flotilla, Rachel Corrie, Yoyoh Yusroh dan George Galloway?

Karena sesungguhnya kita bisa melakukan sesuatu: menyebarkan tragedi keji ini pada hati-hati yang bersih, memberi meski sedikit apa yang kita punya dan mendoakan Palestina

Apakah sampai padamu, berita tentang mahanazi itu?
Tentang Palestina yang bersemayam kokoh di hati mereka yang diberi kurnia?

Seperti cinta yang tak bisa kau hapus dari penglihatan dan ingatan, airmata, darah, dan denyut nadi manusia

: Lawan Mahanazi!

----
#SpiritOfRamadhan
#PrayForGaza


Helvy Tiana Rosa

Minggu, 06 Juli 2014

Mari Kita Menjadi....

Juli 06, 2014 1 Comments

Mari kita menjadi Cinta.
Dipelayaran bahtera ini. Dunia Akhirat.

Mari kita menjadi rumah.
Tempat berdiri peradaban dan generasi dengan doadoa lisan keibuanku, dan prinsipprinsip ke-ayah-anmu.

Mari kita menjadi sepasang janji.
Yang tak khianat. Yang utuh tuk saling melengkapi.

Mari kita menjadi syurga.
Tempat kembali paling dirindu dari lelah waktu

♥♥♥♥♥♥

7 juli kita,
Mengenang hari  Walimatul 'ursy 7 tahun yang lalu.
Saat fajar merekah, 10 Ramadhan 1434

Rabu, 02 Juli 2014

Kampung Halaman Sesungguhnya

Juli 02, 2014 0 Comments

Meski kita dari tanah,  muasal kita adalah syurga. Tempat Bapak-Ibu kita meniti sejenak hari-hari sebelum akhirnya terusir. Ya, Bapak-Ibu kita: Adam dan Hawa.

Maka lahirlah kita dalam keterusiran di bumi ini,  anakanak manusia. Tiap seorang dari kita lahir akan disambut dengki sumpah syaithan agar menemani mereka dilalap apiapi neraka, dosa demi dosa sesungguhnya  bukan agar kita terusir dari syurga,  tapi agar kita tak kembali ke syurga,  tanah kampung halaman kita.

Jadi, sedang apa kita dengan syaitan itu?

Tidakkah terasa olehmu, kadangkala kita tertawa tebahak bersamanya. Sedang para malaikat mendidihkan neraka dengan panas paling murka. Untuk anakanak adam yang merasa indah tentang dosa dan tak dapat memahami bahwa syaitan adalah musuh yang nyata.

Kita tidak tahu,  berapa lama lagi kita dalam pengusiran ini. Bahwa Allah menjadikan kita khalifah  di bumi adalah sebentuk Rahman-RahimNya. Bagaimanapun besar dosa,  Allah selalu rindu taubat kita,  itulah mengapa dijadikan syurga seluas langit dan bumi, tingkat demi tingkat dari penjuru pintupintu amal, untuk menyambut kita dihari ketika Dia telah memanggil hambahambaNya pulang ke kampung halaman sesungguhnya.

Masih adakah kita menjadikan syaitan teman karib dalam perjalanan pulang?

__________________________

Ramadhan 1434 H.
Selepas sahur, memikirkan anakanak Gaza.