Selasa, 29 Mei 2012

Perhentian ...

Mei 29, 2012 0 Comments
Layaknya perjalanan, hidup membutuhkan sebuah perhentian, dan aku memilih perhentian hidupku di atas hamparan sajadah, untuk kemudian memilih...
apakah aku akan terus di jalan ini, melangkah bersama luka..
atau memilih jalan lain, berharap kebahagiaan menyapaku, sekali lagi...

memilih dan memilih...luka atau bahagia,
aku tersenyum, menyadarinya...bahwa hidup selalu seperti ini, dan beginilah adanya.

Jumat, 25 Mei 2012

Ukhuwah Dalam Semangkok Bakso..

Mei 25, 2012 1 Comments

Heheh…  tersenyum dulu ;)

Bukan karena sedang kenyang dan senang karena dapat “anugrah” maka tulisan ini kubuat.. hanya saja sesuatu membuatku ingin menuliskannya, sesuatu itu-sekali lagi- bernama ukhuwah… (dan makan gratis mungkin… heheh..)

Bulan lalu kira-kira, seorang teman (Lia Ummi’nya putri) mengumpulkan teman-teman di sebuah warung makan, ia mengulurkan semangkok bakso untuk memancing kebersamaan, seperti itulah aku menyebutnya, dan benar saja… kami makan dan tertawa, waktu berputar dengan sopan, menyilahkan kami menikmatinya dengan lapang, tanpa beban… saya kemudian menyadari… bahwa ada saatnya kebersamaan memiliki harga yang harus di bayar… seperti Lia yang harus membayar  bermangkok-mangkok bakso yang mengumpulkan kami di warung makan itu, tentunya.

Minggu, 20 Mei 2012

Template dan Template, oh... Template...

Mei 20, 2012 2 Comments
hm, posting-an kali ini sangat tidak penting sebenarnya.....

kuanggap pelampiasan saja setelah lelah menjelajah dari satu template ke template yg lain, seperti seorang yang tengah kecanduan, apa menariknya terus-terusan mengubah template blog? saya juga garuk-garuk kepala dengan kebiasaan yang buang-buang waktu ini, meskipun di sisi lain sangat menyenangkan...


semoga dengan seringnya saya berganti template tidak mengantarkan saya pada penilaian sebagai orang yang tidak mampu setia... ' ( ??? ) '.... saya harap bisa bertahan lama dengan template baru yang sederhana tapi fresh ini... (^_^), yang saya ingin katakan mungkin : " bukan cuma casing, tapi isi..., yang mampu menginspirasi, yang memberi banyak manfaat.." itulah catatan awal saya membuat blog.

benar-benar tidak penting, tapi saya senang dengan putih dan hijau yang menjadi dinding tulisan-tulaisan saya... heheh, masih ngalessss!!

ah, sudahlah, tidak penting....

Minggu, 13 Mei 2012

Surat-surat Kalian ...

Mei 13, 2012 0 Comments
Beberapa hari lalu, karena mencari sebuah benda kecil yang penting,  aku terpaksa membongkar seluruh isi lemari buffet di kamarku, memeriksa sedetail mungkin sampai aku terpaksa memuntahkan seluruh isi tas mungil dan kotak tempatku menyimpan surat-surat.  Lelah mencari dan tidak menemukan apa yang kucari, membuatku kacau, kubiarkan saja lembaran surat-surat itu berserakan di atas ranjang, lalu meninggalkannya.

Saat kembali untuk merapikannya, aku tidak dapat menahan diri membaca lembar demi lembar surat itu, menghabiskan hampir 3 jam duduk di tepi ranjang, tersenyum, tertawa, lalu muram dan menangis…. Aku seperti sedang menonton drama hidupku sendiri, 5 tahun yang lalu.

Terharu, menyadari aku tidak pernah sendiri.

Semua surat yang pernah menyapaku, : Imace, Sarah, Nadifah, Farah diba, Dzikrah, Bita, Dhio', Anci, Iffah, Imma, K'fitri, Diba, Uty, ... de-el-el.





 Saat sedang malas belajar, kudapatkan surat dalam saku tasku, dari Dzikrah… sahabat yang membuatku betah duduk sebangku dengannya sejak masuk kelas 1 Tsanawiayah. Saat mendapat masalah dengan kakak kelas, kak Tian yang amburadul itu berubah bijak dalam kata-kata jujur yang dituliskannya untukku. Saat sendiri dan merindukan sahabat, Amma menerbangkan suratnya dari Purwakarta ke Maccopa untuk menyapaku, Iffah dari Manado, Hera dari Kalimantan, Sarah dari Manado, dan yang lainnya. Bahkan untuk masalah-masalah alami yang terjadi di masa remajaku, selalu ada surat yang datang menyapa, beberapa diberikan secara formal dan lebih banyak yang disisipkan secara misterius. 

Beberapa surat yang kubaca membuatku ketagihan tuk mengulang membacanya, lagi dan lagi… hingga  aku menyimpan seluruh kalimat indahnya dalam hatiku dan mencoba untuk tidak melupakannya. Bahwa mereka penah ada dan menjadi bagian dalam perjalananku.

Ini surat-surat kak Tian, isinya... menggugat, menyemangati, dan tentu... menyentuh.

Yang ini dari Amma, sebenarnya lebih dari ini, hanya saja karena beberapa kali pindah rumah, yang tersisa dan tersimpan baik hanya ini...

Cha-cha... Suratnya hampir sebanyak surat kak Tian, dari yang hanya potongan kertas kecil hingga selembar kertas A4, semuanya tersimpan rapi, membacanya selalu membuatku teraduk-aduk..???.

Ini termasuk yang paling berkesan untukku, dari Huda...


# Menjadi bagian dari hidup orang lain dan meninggalkan jejak indah dalam hidup mereka, bukankah itu ukhuwah yang sesungguhnya.... terimakasih kawan, untuk semua hari-hari indah bersama kalian.... 

Kamis, 10 Mei 2012

Saat Tua Nanti...

Mei 10, 2012 0 Comments
Membayangkan diri dengan rambut beruban putih, wajah mengerut sana-sini, tubuh ringkih dijajah lemah, mungkin juga dengan senyum yang tidak indah lagi karena gigi yang tanggal, heheh… rasanya asing tapi nyata. Itu, jika usiaku sampai di saat itu, saat aku menua.

Bayangan nyeleneh masa tua itu bertamu di otakku saat aku sedang mengunjungi nenek di Bone, kota kelahiran bapak. Kemarin.

Indo”, begitu kami para cucu dan cicit memanggil perempuan tua yang nafasnya melintasi usia 80 tahun itu, mengesankan bagiku melihat dan menyadari bahwa tubuh kurus dan ringkih itu menyimpan kekuatan yang ‘lebih’ untuk menjalani masa tua dengan indah tanpa merepotkan orang lain, hm, amazing!

Dua hari dua malam di rumah Indo, menjadi kesempatan untukku mengamati hari-hari tuanya. Dan hatiku tak henti berdecak kagum pada perempuan sederhana yang telah melahirkan dan membesarkan lelaki yang kini kupanggil Bapak.

Mudah-mudahan aku tidak salah bahwa shalat lail bapak yang begitu tegak didirikannya di pertiga malam adalah hasil didikan Indo. Pun itu shalat dhuha dan persahabatan dengan bacaan Al-quran…

Untuk urusan ibadah, Indo benar-benar … Subhanallah, sesuatu…

***
Rumah sederhana Indo

Hal lain yang juga berhasil mencuri kekagumanku adalah kesederhanaan yang alami dan tersimpan rapi di rumah Indo. Di kolong rumahnya, ada banyak ranting dan potongan kayu bakar yang tersusun rapi, meskipun ada kompor gas, indo masih sangat rajin mengumpulkan ranting kayu yang berserakan di halaman rumahnya dan masih mengutamakan memasak dengan menggunakan kayu bakar dari pada kompor gas…  

Sarapan andalanku jika sedang berada di rumah Indo adalah pisang goreng peppe, lengkap dengan sambel jeruk dan segelas teh/ susu. Ah ya, saat menggoreng pisang itu, aku mencium aroma minyak goreng yang wangi, selidik punya selidik, minyak goreng tersebut dibuat sendiri oleh indo, jadinya untuk urusan minyak goreng, indo teramat sangat jarang membelinya. Heheh,,, alami sekali… saat baru tiba, aku mendapati sebaskom besar kelapa yang baru saja selesai dikupas dan dibelah menjadi beberapa bagian untuk diparut, usai diparut, santannya diperas lalu dimasak, dimasaknya lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaa sekali, dan indo dengan sabar duduk di sisi wajan besar yang ditopang batu bersama asap yang mengepul memerihkan mata, menjaga kayu bakar tetap menyala dan sesekali meniup-niup bara api agar tetap berkobar…. Huahhh, kasihan tapi kagum…
Menu sarapan yang selalu kurindukan :)
***

Seperti nenek pada umumnya, selalu ingin memanjakan cucu yang sudah jauh-jauh datang berkunjung… maka siang itu, Indo membuat kue tradisional berbahan jagung, santan, dan gula merah, yang proses membuatnya benar-benar melelahkan dan amat merepotkan untuk ukuran diriku…  tapi tetap saja, kue hasil sentuhan tangan Indo meleleh di mulut, maksyuus… heheh.

Ah, untuk urusan masakan, juga ada Puang Sitti, saudara bapak yang tinggal menemani Indo di rumah sederhana ini. K’miftah mengaku sangat menyukai semua masakan Puang Sitti, meskipun hanya menggunakan rempah-rempah sederhana dan diolah tak kalah sederhananya, tapi  soal rasa….. lidah gak bisa bohong… (heheh, emang mie sedaap…)

Puang sitti lagi masak...
Puang Sitti sangat mahir mengolah masakan laut ; ikan, kepiting, cumi-cumi, gurita, daging kerang, tiram…. Meskipun hanya 2 hari di sini, berat badan pasti naik.  :D hahah

***

Ini aksi Indo yang berhasil tertangkap kamera... ( ???' ) heheh..
Indo, Bapak, Udin & fathi... cakap-cakap..

Menikmati makan siang...
Shalat... Dzikir.... Doa...
Bersama Angga, mengolah bahan kue...
Mengulek sambel ...

#Tentang masa tua yang indah dan sehat, Indo memberiku gambar berbingkai nyata yang utuh menginspirasiku... 

Semoga sehat selalu, Indo'.