Minggu, 26 Agustus 2012

Kalian Semua

Agustus 26, 2012 0 Comments

Saya tidak pernah bisa berhasil mengurutkan cinta dalam hidup saya, siapa yang paling saya cintai, kemudian siapa, kemudian siapa. Tentunya, ini setelah Allah dan RasulNya. Hati saya menjadi kabur untuk mendahulukan mencintai siapa, Mama, Bapak, saudara, sahabat, keluarga, atau Qawwam yang telah mengisi hampir seluruh hati saya. Ataukah hatiku yang cukup lapang untuk membenamkan semuanya dalam cinta, maka bersyukurlah saya untuk dapat mencintai kalian semua.

Rabu, 22 Agustus 2012

Berjalan

Agustus 22, 2012 0 Comments
katakanlah : " Berjalanlah di muka bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi (setelah kematiannya kelak di akhirat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. 
(Al 'ankabut 20)

Perjalanan, saya sangat mencintai itu. Sebab kehidupan menyimpan dirinya dalam tiap tempat untuk dibaca. Dimafhumi.

Betapa banyak hal yang tidak kutemukan di tempat yang kuhuni berpuluh tahun dan menemukannya di tepi jalan berumput, hanya selintas, dalam bingkai jendela mobil berkaca buram, aku membacanya tanpa titik koma, kehidupan yang sebenarnya.

Mungkin itulah mengapa berjalan memperpanjang umur, sebab padanya ada kehidupan yang akan menambah nafas kita yang mulai koma sebab terpaku pada satu tempat yang mulai menjemukan, sementara dunia begitu luasnya diciptakan. Dan setiap tempatnya telah dititipi makna olehNya, agar kita menyadari, dan benar-benar sadar…. bahwa semakin jauh kita melangkah, semakin banyak orang yang hadir dalam hidup kita, dan semakin dalam keberadaan kita dalam hidup orang banyak, itulah sebab kita tidak dicipta sendiri, sebab hidup adalah tentang apa yang kita perbuat untuk kehidupan orang banyak.


Berjalanlah, sebab Allah telah menyimpan semua jawaban dari ketidak mengertian kita tentang hidup ini di tiap jengkal bumiNya. Di tiap lapis langitNya. Agar kita tidak tersesat dan mengulang kebodohan kaum terdahulu.



Maka Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada (QS Al-Hajj [22] 46).





Jumat, 10 Agustus 2012

Kesempatan

Agustus 10, 2012 0 Comments

Bismillahirrahmanirrahim…




Saya pulang Rabby… pada kepasrahan makna menghamba.

Menitip segala mimpi yang kucita di tanganMu, agar Engkau memberinya di waktu yang tepat menurut kehendakMU, hingga tak ada lelah saat berlari mengejarnya, tak ada penat ketika kesusahan menyandungnya, tak ada keluh meski kemudahan terasa asing… kuserahkan segalanya, sepenuhnya.

Dan ‘kesempatan’… kupinta itu Rabby, sebab salah adalah bagian kemanusiaanku.

Beriku kesempatan, kesempatan, kesempatan… jika tidak untuk menebus kenistaanku, jadikan ia bukti Rahman RahimMu dalam hidupku.

Jumat, 03 Agustus 2012

Hujan Pertama Agustus

Agustus 03, 2012 0 Comments
 


 Rintik.

Menatapmu dalam bayang air, kurasa beningnya telah menjebak cinta di sana. Malu memilihku untuk menunggu, sebab wanita lebih anggun seperti itu.

Rinai.

Cinta bermain waktu. Melambat menanti seumpama jalan siput sawah. Berlari di lingkar labirin perpisahan, waktu membawamu di atas punggung kuda perang badar tanpa menoleh.




Deras.

Berkisah hujan Agustus tentang cinta yang luruh mengusir debu kemarau hari kemarin. Hijrah jarak-jarak tempat tak buatmu jauh mencintaiku. Hujan menyimpan dirimu dalam patahan air yang berakhir tetes di tepi daun-daun hijau. Bumi basah menitip salam.
 “Aku mencintaimu, dan akan selalu seperti itu”.   


*mengingat cintamu menyapa pertama kali



Kamis, 02 Agustus 2012

2 Rakaat Subuh

Agustus 02, 2012 0 Comments
Ada hari yang tak menjadi apa-apa, sebentuk cangkang kering terbuang di pantai timur, sebab lupa menitip bahasa doa di ufuk pagi buta, pada tepi salam 2 rakaat subuh.

***
Sudah lama Subuh menjanda. Rawatib yang ringan ditalak enggan berupa-rupa alasan. Hanya sunnah... hanya sunnah.. hanya sunnah...

***
Berhentilah berburu makna-makna hidup, buka saja matamu saat kokok ayam ditakdir meriuh pada garis terbit matahari, dunia dan seisinya adalah milikmu saat menciumi sajadah dengan kening basah.

***
Pastikanlah jawabmu benar jika ada yang bertanya apakah engkau seorang muslim hari ini. Mungkin tidak, engkau muslim di sisi hari yang lain dan munafik di sisi hari yang lain. Bukankah 2 rakaat subuhmu tergadai janji hangat selimut hijau berbulu domba kesayanganmu.
***
2 rakaat subuh.

Beranjak dari memejam mata padanya.

2 rakaat subuh.

Dunia dan seisinya yang tertutup kabut hati usangku.